Siang ..
Saya mau ikutan menanggapi ... Kebetulan saya, kadang, mengendari motor ataupun mobil menuju kantor [Pulogadung] ataupun kampus [Sudirman]. Tapi tak jarang sayang juga mengendarai sepeda [roda 2 juga khan ??] & harus berjalan kaki menuju tempat tujuan. Apa yang dikatakan Bang Ronald & Mas Deddy Putra ada benarnya Tapi yang bikin saya sebal aja.. Banyak para pengendara motor, yang ga' mau tertib. Saat saya mengendarai motor, saya suka dimarahin atau dimaki-maki pengendara motor lainnya, hanya gara-gara saya berusaha patuh terhadap lalu lintas. Berhenti dibelakang garis putih disaat lampu merah. Apa benar saya yang salah ??? Nah, derita saya ketika naik sepeda & bikin saya suka pusing adalah "bunyi klakson + knalpot" dari pengendara motor, mobil ataupun angkutan umum. Asli... ricuh banget.. Coba temans denger sendiri. Mulai dari bunyi sirine yang ternyata bunyi klakson angkutan umum, klakson yang bunyi nyaring + keras, bunyi knalpot motor yang bising, dst... Belum lagi saat berhenti dilampu merah. Semua orang seprtinya tau deh, klo lampu merah kendaraan yaa...wajib berhenti. Kenapa juga, masih banyak pengendara motor, mobil ataupun angkutan umum membunyikan klaksonnya yang warna warni itu ??? [Klakson diganti dengan kentongan / ring tone Hp aja.. gmn ???] Aku mau berdamai, tapi qta sesama pengguna jaran raya, jangan saling menyalahkan. Aku menang, dia yang salah.. Klopun menunggu aksi Pemerintah, terlalu lama.. Kenapa ga' dari diri kita sendiri yang berusaha menjadi lebih baik ?? Berusaha berdamai dengan pengendara motor, mobil, sepeda ataupun pejalan kaki. Kasihan hak pejalan kaki, sering "terenggut" oleh para pengendara motor, mobil ataupun angkot, karena trotoar utk para pejalan kaki sering digunakan sebagai jalur / tempat parkir para pengemudi. So.. ayooo.. qta berdamai.... Qta sama-sama punya hak... Mega [YangSenangBerdamai]
