Kematian Ibu Jumik dan Kepekaan Lembaga Amil Zakat dan Sosial Lainnya
Akhirnya Ibu Jumik, salah seorang perempuan yang menjadi korban Lapindo,
meninggal dunia. Itulah kabar yang diterima penulis via email pada awal bulan
Desember tahun 2008 ini. Sebelumnya Ibu Jumik divonis oleh dokter menderita
penyakit kanker di perutnya.
Ibu Jumik yang selama dua tahun tinggal di pengungsian Pasar Baru Porong itu
sebelumnya pernah dibawa oleh keluarganya ke Rumah Sakit (RS) Umum
Sidoarjo.Namun karena tidak mampu membayar biaya rumah sakit, maka keluarganya
membawa pulang kembali ke pengungsian korban Lapindo. Sejak saat itulah
keluarganya merawat Ibu Jumik dengan pengobatan al2.0.0 OK 1228606852
k37si2992573rvb.1'
15:40:52 15947509 [EMAIL PROTECTED] H pr=groups-email-ff-m id291114-m28233
moon.its.uiowa.edu '250 moon.its.uiowa.edu Hello n39a.bullet.mail.sp1.yahoo.com
[66.163.168.133], pleased to meet you'
15:40:52 15947509 [EMAIL PROTECTED] S pr=groups-email-ff-m id291114-m28233
'250 2.0.0 mB6NemI9022736 Message accepted for delivery'
15:40:52 15947509 [EMAIL PROTECTED] H pr=groups-email-ff-m id291114-m28233
gateway.mchsi.com '250 sccqmxc94.asp.att.net'
15:40:52 15947509 [EMAIL PROTECTED] S pr=groups-email-ff-m id291114-m28233
'250 ok ; id 081206234052q9400bp8khe'
15:40:52 15947509 [EMAIL PROTECTED] H pr=groups-email-ff-m id291114-m28233
gmail-smtp-in.l.google.com '2cial lainya, ujar Taba, salah satu pendamping
korban Lapindo di Sidoarjo via telepon kepada penulis.
Sedih dan marah bercampur baur ketika mendengar kesaksian seorang pendamping
korban Lapindo atas tragisnya jalan hidup Ibu Jumik. Sedih karena melihat
penderitaan Ibu Jumik yang begitu memilukan. Setelah lumpur Lapindo
menenggelamkan tanah dan rumahnya, beliau harus rela hidup di pengungsian Pasar
Baru Porong. Belum selesai penderitaannya sebagai pengungsi, beliau harus
menderita karena penyakit kanker di perutnya.
Sedangkan perasaan marah muncul di saat menyaksikan kekurangsigapan
lembaga-lembaga bantuan social dalam membantu perempuan korban Lapindo itu.
Padahal saat menghimpun dana masyarakat, lembaga-lembaga social itu berjanji
akan menyalurkan uang masyarakat kepada pihak-pihak yang membutuhkan.
Meskipun kematian Ibu Jumik adalah takdir-Nya, namun kematiannya adalah sebuah
tamparan yang cukup keras bagi lembaga Amil Zakat dan lembaga bantuan social
lainnya. Pertanyaannya kemudian tentu saja adalah dikemanakan saja uang public
yang telah dihimpun oleh lembaga-lembaga bantuan social itu? Benarkah
lembaga-lembaga social itu sedang mengalami krisis keuangan sehingga untuk
membantu Ibu Jumik saja tidak ada dana? Lantas, bagaimana pertanggungjawaban
mereka atas dana public yang dikelolanya?
Salam,
Daus
[Non-text portions of this message have been removed]
------------------------------------
=====================================================
Pojok Milis Komunitas FPK [Forum Pembaca KOMPAS] :
1.Milis Komunitas FPK dibuat dan diurus oleh pembaca setia KOMPAS
2.Topik bahasan disarankan bersumber dari http://cetak.kompas.com/ dan
http://kompas.com/
3.Moderator berhak memuat,menolak dan mengedit E-mail sebelum diteruskan ke
anggota
4.Moderator E-mail: [EMAIL PROTECTED] [EMAIL PROTECTED]
5.Untuk bergabung: [EMAIL PROTECTED]
KOMPAS LINTAS GENERASI
=====================================================
Yahoo! Groups Links
<*> To visit your group on the web, go to:
http://groups.yahoo.com/group/Forum-Pembaca-Kompas/
<*> Your email settings:
Individual Email | Traditional
<*> To change settings online go to:
http://groups.yahoo.com/group/Forum-Pembaca-Kompas/join
(Yahoo! ID required)
<*> To change settings via email:
mailto:[EMAIL PROTECTED]
mailto:[EMAIL PROTECTED]
<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
[EMAIL PROTECTED]
<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
http://docs.yahoo.com/info/terms/