Senin, 5 Januari 2009 | 19:09 WIB
(http://202.146.4.17/read/xml/2009/01/05/19092210/
pemuda.parahyangan.siap.taklukan.empat.puncak.di.papua)

KEINDAHAN alam Indonesia memang tidak tertandingi. Pegunungan 
merupakan salah satu keindahan alam yang masih perlu dieksplorasi 
hingga ke pelosok-pelosok sekalipun. Penjelajahan pegunungan di Papua 
yang belum terjamah diyakini mampu menumbuhkan kesadaran dan rasa 
cinta terhadap tanah air.

Hal itu yang ingin disampaikan oleh 14 mahasiswa Perhimpunan 
Mahasiswa Pecinta Alam (MAHITALA) Universitas Katolik Parahyangan 
Bandung. Ekspedisi yang akan memakan waktu satu bulan sejak 14 
Januari-12 Februari 2009, akan menjelajahi empat puncak yang belum 
terjamah di Pegunungan Sudirman, Papua.

"Target utama ekspedisi adalah pencapaian Puncak Idenburg (4.717 
meter), salah satu dari empat puncak sasaran lainnya di Pegunungan 
Sudirman yang selama puluhan tahun belum pernah digapai pendaki 
Indonesia. Tim juga akan menggapai dan menamai beberapa puncak yang 
belum bernama di Pegunungan Sudirman," kata Julius Mario, Ketua Tim 
Ekspedisi Sudirman Papua, usai pelepasan tim ekspedisi di Kementrian 
Negara Pemuda dan Olah Raga Jakarta, Senin (5/1).

Pelepasan sendiri tidak hanya dilakukan oleh pihak universitas, tapi 
juga oleh Deputi III Kementrian Negara Pemuda dan Olah Raga Purnomo 
Sugiantoro dan Direktur Fasilitas Politik dan Organisasi Masyarakat 
Departemen Dalam Negeri Suhatman Syah. Bahkan, rencananya Wakil 
Presiden Jusuf Kalla juga akan menerima tim tersebut di kediamannya 
sebelum keberangkatan.

Mario menjelaskan, persiapan dilakukan selama 10,5 bulan. Latihan 
ketahanan fisik, salah satunya dilakukan di Gunung Rinjani Lombok 
dengan menjalani hidup disana selama dua minggu. Latihan fisik 
dipusatkan di kawasan Pegunungan Jayagiri, Lembang, Citatah, di bawah 
bimbingan sejumlah instruktur dari instansi sipil maupun militer. 
Latihan teknis, seperti penggunaan sarung tangan dan tali untuk 
perjalanan, rapling terus dilakukan selama latihan.

"Sistem pendakian kita memakai walking together, yaitu berjalan 
dengan berpegangan dengan tali satu sama lain," lanjutnya. Mengenai 
pendakian di empat puncak, bagi tim merupakan hal yang spesial. 
Sebab, puncak yang berada disekitar Puncak Idenburg (4717) belum 
memiliki nama, sehingga tim ini berkesempatan untuk memberikan nama. 
Selain itu, juga untuk mengukur dan membandingkan dengan Puncak 
Idenburg.

"Saat ini masih menjadi perbincangan, bahwa puncak paling tinggi 
bukan di Idenburg, tetapi salah satu di empat puncak tersebut," 
katanya. Ekpedisi jauh yang ada di bumi cendrawasih, sangat 
disayangkan jika hanya berupa pendakian.

Dua program lain yakni, sumbangan peralatan sekolah di Ugimba 
khususnya suki Moni dan pendokumentasian dengan pembuatan film dan 
cerita foto. "Dalam pendakian kami juga menGobservasi fauna dan flora 
pada setiap vegetasi serta penelitian mengenai iklim mikro," 
tambahnya.

Berdasarkan pengamatan terakhir, saat ini keadaan cuaca bisa 
terbilang cukup baik. Rata-rata suhu sekitar nol derajat celcius, 
termasuk idenburg valley yang akan dijadikan posko besar. "Kami terus 
memantau perkembangan baik cuaca dan jalur pendakian lewat foto 
udara, Google earth, software khusus, dan peta kontur berskala 
1:12.000," jelasnya.

Tim ekspedisi terdiri dari 14 orang yang dibagi dalam dua kelompok. 
Kelompok yang akan dikirim untuk melakukan pendakian sebanyak 10 
orang termasuk Mario. Sementara empat orang lainnya bertugas menjaga 
posko di Bandung sebagai media komunikasi baik sesama tim ataupun 
umum.

Kesepuluh pendaki akan bertolak ke Papua Rabu (14/12) sekitar pukul 
04.00 menggunakan pesawat Hercules milik TNI AU. Ekspedisi yang 
menghabiskan dana Rp 305 juta ini, menjadi perwujudan mimpi para 
anggota MAHITALA Universitas Katolik Parahyangan Bandung sejak 1984.

Selain Julius Mario, anggota tim lainnya adalah Sofyan Arief Fesa, 
Frans, Rangga Waskita, Angga Pradipta, Herry Hendra, Reyner, Yoga 
Smara, Muhammad Wildan, Herman Rondor G, Janatan Ginting, Isna 
Fachrur Rozi, Librina, dan Broery Andrew. Selamat berjuang kawan-
kawan petualang, segera kibarkan bendera merah putih di puncak Papua.

C12-08

Kirim email ke