http://www.kompas.com/read/xml/2009/01/19/22521321/Prabowo.Sistem.Ekonomi.Kita.Gagal.Sejahterakan.Rakyat

JAKARTA, SENIN - Calon presiden dari Partai Gerindra Prabowo Subianto
menegaskan sistem ekonomi yang diterapkan pemerintah saat ini gagal
menyejahterakan rakyat. Dengan membanggakan pertumbuhan 5 persen
hingga 7 persen tidak akan membawa kemajuan apa-apa bagi Indonesia.
Prabowo beralasan,  pertumbuhan ekonomi seperti itu, sampai tahun 2050
Indonesia akan tetap miskin.
 
"Seharusnya pertumbuhan ekonomi kita dua digit, dan itu bisa dicapai
dari surplus perdagangan yang rata-rata mencapai 27 miliar US Dollar
per tahun. Jadi selama 11 tahun terakhir ini mestinya cadangan devisa
kita mencapai lebih dari 300 miliar Dollar," ujar Prabowo dalam jumpa
pers yang digelar setelah deklarasi pengangkatan Prabowo sebagai Ketua
Dewan Kehormatan GIBAS (Gabungan Inisiatif Barisan Anak Siliwangi) di
IPB International Convention Centre, Bogor, dalam rilis yang diterima
Persda Network, Senin (19/1).

Prabowo mengungkapkan kekesalannya terhadap pemerintahan sekarang yang
terlalu membangga-banggakan cadangan devisa negara yang hanya 50
miliar US Dollar. Padahal, semestinya bisa jauh lebih besar dari itu
dan bisa digunakan untuk kepentingan menyejahterakan rakyat. Namun
demikian, Prabowo enggan mengomentari kesimpulan wartawan yang
mengatakan bahwa pemerintahan sekarang gagal.

Saat memberikan  sambutan setelah pengangkatannya sebagai Ketua Dewan
Kehormatan GIBAS, Prabowo juga menegaskan perlunya ada perubahan untuk
perbaikan kesejahteraan rakyat. Pasalnya, hingga saat ini mayoritas
rakyat Indonesia masih hidup dalam kemiskinan dan penderitaan.

"Kita bukan bangsa miskin. Nasib kita ada di tangan kita. Kita bisa
merubah negara kita. Biarlah rekayasa datang dari atas. Biarlah para
elit bermain sandiwara di Jakarta. Tak mungkin kebohongan terus
terjadi di negeri ini. Perubahan besar pasti akan datang dari bawah,"
tandas Prabowo.

Ketua Dewan Pembina Partai Gerindra tersebut juga mengajak agar pada 
hari pemungutan suara nanti rakyat menentukan pilihan politiknya.
Baginya, Golput adalah tindakan orang yang menyerah. "Hanya dengan
satu contrengan pada 9 April nanti, kita bisa mengubah nasib bangsa,"
ujar Prabowo.

Prabowo juga mengingatkan supaya rakyat jangan salah pilih dalam
mencoblos pada saat Pemilu yang tinggal 80 hari lagi. "Kalau salah
pilih, dan keadaan seperti sekarang masih terus terjadi, maka jangan
salahkan siapa-siapa, itu tanggung jawab kita di bilik suara," tuturnya.

Rachmat Hidayat
Sumber : Persda Network

Kirim email ke