Terima kasih Pak Bambang,

Ucapan selamatnya akan saya sampaikan ke rekan-rekan Mahitala Unpar.
Berikut ini adalah sedikit cerita dari Tim Ekspedisi Mahitala ke
Pegunungan Sudirman.

Semoga Tim Ekspedisi dapat pulang dengan selamat!
Untuk foto-foto, sementara dapat dilihat di www.mahitala-
unpar.blogspot.com

Salam hangat,

Patrick Hutapea


EKSPEDISI PEGUNUNGAN SUDIRMAN PAPUA-INDONESIA

Tanggal 22 Januari 2009, 11 orang anggota Tim Ekspedisi Pegunungan
Sudirman melakukan medical check di Tembagapura. Medical check
adalah salah satu syarat yang harus dilalui untuk dapat melintasi
daerah eksplorasi tambang PT. Freeport Indonesia. Keesokan harinya
Tim hiking ke Mill 46 (2.900 Mdpl) untuk aklimatisasi (penyesuaian
diri terhadap ketinggian).

Tanggal 23 Januari 2009 Tim melakukan perjalanan dari Kota
Tembagapura menuju lapangan. Tim berangkat menggunakan light vehicle
dukungan Freeport sampai ke Mill 74 untuk drop logistik. Dari titik
ini tim harus berjalan kaki menuju titik yang akan menjadi Base Camp
Mahitala selama operasi ekspedisi. Selama perjalanan melewati medan
yang naik-turun, Tim melihat jelas pemandangan Meren Glacier (Puncak
Soekarno) dan Cartenz yang amat eksotik.

Tanggal 24 Januari Tim melakukan perjalanan dari titik drop logistik
(titik awal berjalan kaki) ke titik Base Camp. Sebenarnya, dengan
beban pribadi, perjalanan ini memakan waktu kurang lebih 3 jam.
Namun, Tim menghabiskan 2 hari karena harus mengangkut lebih dari 20
ransel logistik.

Mahitala Base Camp (MPC) berdiri di Lembah Idenberg (4.275 Mdpl), di
Danau Idenberg yang jernih. Sangking jernihnya, kita bisa melihat
dasar danau. Keindahan danau ternyata tak hanya dinikmati Tim saja.
Tim sempat mengamati sekumpulan bebek yang datang untuk berenang di
airnya yang berwarna kehijauan itu. Di sekitar MBC Tim mengamati
aktivitas burung-burung Robin Salju dan burung-burung puyuh. Tepat
di bagian belakang MBC ada sebuah sungai dengan hamparan nautilus
(fosil kerang) yang indah di sekitarnya. Sejauh ini suhu rata-rata
di Lembah Idenberg sekitar 6-8 derajat Celcius dengan kondisi yang
cenderung tidak berangin. Namun cuaca bisa cepat sekali berubah,
seperti ketika sewaktu cuaca tengah hari yang cerah mendadak berubah
menjadi hujan es dan air, lalu suhu jatuh mencapai 3 atau minus 1
derajat Celcius.

Pada tanggal 29 Januari 2009 Tim ekspedisi berhasil mencapai Puncak
Idenberg. Hasil pengukuran menunjukkan angka 4.730 Mdpl. Angka ini
mengoreksi catatan sebelumnya yang menyebutkan bahwa ketinggian
Puncak Idenberg adalah 4.717 Mdpl (Peta Bakosurtanal).

Untuk beberapa fase kegiatan, ekspedisi dibagi dua tim pendaki:
Engea 1 dan Engea 2 dengan tujuan operasi ke titik yang berbeda.
Engea adalah istilah masyarakat lokal untuk Gunung Idenberg. Diawali
dengan cuaca yang cerah, pada tanggal 30 Januari 2009 Tim Engea 2
berhasil mencapai Puncak Garuda (4.604 Mdpl), sementara Tim Engea 1
berhasil mencapai Puncal Merah Putih (4.626 Mdpl). Nama-nama puncak
yang digunakan selama operasi adalah nama-nama sementara. Nantinya,
pengajuan nama puncak-puncak baru harus mengikuti prosedur
Toponimisasi. Selain itu, sebaiknya pemberian nama-nama puncak
mengikuti istilah penduduk setempat, sebagai rasa penghargaan kita
terhadap local genius yang telah lebih dulu berada di daerah yang
kita eksplorasi.

Tanggal 30 Januari 2009 Tim Engea 2 berhasil mencapai Puncak Garuda
(ketinggian 4.604 Mdpl) pada Pukul. 10.25 WIT. Dan Tim Engea 1
berhasil mencapai Puncak Merah Putih Pukul. 10.30 WIT pada
ketinggian 4.626 Mdpl. Indonesia Raya!!!!

Tangal 1 Februari 2009 Tim Engea 1 – Angga, Ian, Dion, Broery –
mulai melakukan perjalanan kembali untuk mengejar Puncak Mahitala,
yaitu sebuah puncak yang berada di selatan Gunung Idenberg.
Perjalanan ke Puncak Mahitala bertujuan untuk memastikan apakah ia
lebih tinggi dari Puncak Idenberg atau sebaliknya.

Tanggal 2 Februari 2009 Tim Engea 1 telah berada di kaki Puncak
Mahitala. Medan yang  dilalui panjang dan naik-turun punggungan
serta berpasir. Perjalanan ini ditemani oleh cuaca hujan dan kabut
dengan suhu 4 derajat Celcius.

Tanggal 3 Februari 2009. Pukul 12.51 WIT Tim Engea 1 telah berhasil
mencapai Puncak Mahitala.

CP: Farli 08179973606
Ketua Dewan Pengurus Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM)
Himpunan Mahasiswa Pecinta Alam (Mahitala)
Universitas Katolik Parahyangan.




--- In [email protected], Bambang Sulistomo
<pembebasan.bsulist...@...> wrote:
>
> selamat untuk rekan-rekan mahitala unpar,
> jangan lupa foto-fotonya kalau bisa dimuat dimilis kita ini ya,
> juga cerita cerita selama perjalanan yang serem2- lucu2--dsb,
> salambambangsulistomo.

Kirim email ke