Jadi nih artinya Blok P (Prabowo) pingin menghadang Blok M dan Blok
S....., 

Emang jalur kopaja/metromini.... ayak-ayak wae, atuh den....

 

From: [email protected]
[mailto:[email protected]] On Behalf Of Agus
Hamonangan
Sent: Friday, February 06, 2009 1:57 AM
To: [email protected]
Subject: [Forum-Pembaca-KOMPAS] Poros Indonesia Raya Siap Hadang Blok M
dan Blok S

 

http://nasional.kompas.com/read/xml/2009/02/05/18083017/Poros.Indonesia.
Raya.Siap.Hadang.Blok.M.dan.Blok.S.

JAKARTA, KAMIS - Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra) siap
menghadang blok M (Megawati ) dan blok S (SBY) dengan cara membangun
sebuah poros Indonesia Raya. Poros tersebut untuk memberikan pilihan
kepada rakyat yang ingin mempunyai sosok lain di luar Mega dan SBY
sebagai presiden periode mendatang.

"Poros ini dimaksudkan menggalang kekuatan masyarakat yang tidak
mendukung dua nama capres yang beredar yakni Megawati dan SBY sehingga
bisa memberikan warna yang lain di luar blok M maupun blok S," ungkap
Wakil Ketua Umum Gerindra, Zadli Zon, kepada wartawan seusai
menyelenggarakan refleksi HUT-1 Partai Gerindra di Jakarta, Kamis (5/2).

Kekuatan baru di luar Mega maupun SBY, ungkap Zadli Zon, diperlukan
masyarakat karena ada keinginan perlunya kepemimpinan baru, bukan
pemimpin yang berkuasa saat ini ataupun pemimpin yang pernah berkuasa,
tetapi ingin berkuasa kembali.

"Masyarakat menginginkan pemimpin yang berani, tegas, visioner, dan
punya rekam jejak membela rakyat," tandasnya.

Untuk realisasinya, Gerindra akan menunggu konfigurasi politik setelah
Pemilu 9 April 2009.
Kalau tidak mendapatkan dukungan partai lain, Gerindra tetap yakin
mampu mengusung Prabowo Subianto sebagai calon presiden apalagi jumlah
simpatisan yang telah terdaftar mencapai 10 juta orang.

"Kami yakin bisa mengusung Pak Prabowo karena kami optimis Mahkamah
Konstitusi akan mengabulkan uji materi terkait persyaratan mengajukan
capres yakni minimal 20 persen suara dukungan di DPR atau 25 persen
suara nasional. Artinya keputusan MK akan bisa merubah persyaratan
capres dan cawapres, misalnya cukup 10 persen dukungan suara
nasional," ungkapnya.

Terkait dengan cawapres yang akan diusung, hingga saat ini Gerindra
masih mengumpulkan nama-nama yang berasal dari simpatisan partai. Saat
ini telah mengumpulkan setidaknya 20 nama cawapres. Tiga nama terakhir
yang masuk ke DPP adalah Mutia Hatta, Suryadharma Ali, dan Hairul
Tandjung.

Sebelumnya, Gerindra mengumumkan nama-nama cawapres Prabowo. Mereka
adalah Din Syamsuddin, Yuddy Chrisnandi, Sultan HB X, Muhaimin
Iskandar, Akbar Tandjung, Puan Maharani, Fadel Muhammad, Hidayat
Nurwahid, Eros Djarot, Marwah Daud Ibrahim, Surya Paloh, Sandiaga Uno,
Jimly Asshiddiqie, Yenny Wahid, Tifatul Sembiring, dan Sutrisno Bachir.

"Nama-nama yang sudah kita umumnya sifatnya masih belum resmi dan kita
terus menginventarisasi masukan dari simpatisan. Nantinya DPP akan
membentuk tim yang melakukan seleksi," ungkap Zadli Zon. (Persda
Netwok/ESY)





[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke