Silahkan "tarik mundur".... Franklin D Roselvelt terpilih sebagai
Presiden AS setelah depresi 1929 di Wall Steet bilang di pidato
pertama "Concerned Citizens Think Out of The Box"... Barack H Obama
terpilih setelah krisis finansial 2007 di pidato pertama bilang "in
bold swift action"...

FDR begitu implementasi fiskal oreiented dengan mazhab Tuan Keynes
DIHAJAR parlemen saat dia jalankan paket "out of the box".. Apa yang
terjadi di paket "swift action" juga ya sama... ada sebuah kotak
jangka pendek yang tak nyaman...

Sekarang, kenapa kita tidak melihat pasar finansial dari denyut-nya
bukan  HARAPAN ekspektasi tak berdenyut.. semua orang (bahkan maaf,
kalangan cendikia dan media di Indonesia pun terjebak di isme BAIK
adalah saat respon positif pasar finansial)... Banyak pelajaran
politik ekonomi yang bisa petik, dan strong leader ditentukan dari
stamina-nya bertahan dari keyakinan-nya menanamkan akar bagi
fundamental kesejahteraan sebuah bangsa ke depan bukan di persoalan
budaya "parameter" jangka pendek yang justru akan membuat pohon
berbangsa semakin terlepas dari akar-nya...

Kita lihat stamina Mr Obama.. Tapi, dia itu baik dan buruknya akan
dirasakan Rakyat AS.. akan menjalar ke negara diluar AS "takes time"..
sayangnya, negeri ini membutuhkan pemimpin yang kuat "berikir diluar
kotak, bertindak di dalam kotak" saat ini juga....

Kita harus belajar dari fenomena sampai ke ujung dunia, tapi kita
rindu pemimpin yang mampu membaca tanda zaman ke depan, menanamkan
akar jangka panjang dengan sebuah pencerahan jangka pendek yang
terkelola dengan baik... sayangnya, kita masih sibuk dengan parameter
dan terlalu banyak berharap "kepedulian" petani di negara lain yang
juga tengah jmencoba menanamkan kembali pohon ekonomi-nya...

ah, sudahlah.. kadang saya heran kita negara dengan literasi finansial
rendah (023% dari total penduduk) TAPI sampai saat ini belum ada
ketegasan untuk berpikir dilujar kotak parameter jangka pendek pasar
finansial itu sendiri.... Kita belum tegas mengatakan "ayo kita tanam
kembali akar pohon ekonomi bangsa yang tercerabut dari "pupuk" yang
salah".... Karena, politik adalah Investasi.. saya berharap
infrastruktur politik bisa menjawab "transaksi hari ini untuk persepsi
masa depan"...

Ingin berteriak ke Bung Karno dan Bung Hatta ... jika anda di 1930
berkata "Indonesia Menggugat" ijinkan direvitalisasi menjadi
"Indonesia Meng(g)u(g)at" .. yang menghilangkan 2 hujruf G untuk
Indonesia Next-G(eneration).. ya 2 generasi di depan Soekarno-Hatta
yang Percaya Diri mengatakan "Indonesia ada, karena bangsanya masih
ada"

Salam anak  muda Indonesia biasa saja,
-Yanuar Rizky-
mail to: [email protected]
on the net: http://www.elrizky.net
elrizkyNet::dari RT-RW ke Internet menuju Pasar Modal::



2009/2/18 manneke budiman <[email protected]>:
> Ah, yang bilang gitu kan kaum republikan, Mas. Seolah-olah mereka sanggup
> bikin yang lebih baik. Bukankah krisis keuangan ini yang bikin mereka-mereka
> juga selama memerintah 8 tahun di AS. Jangan latah ah. Biarin aja Obama dan
> timnya kerja. Belum juga sebulan, udah dipasti-pastikan gagal. Kaya para
> preman DPR yang mem-bully Dirut Pertamina yang baru: baru diangkat beberapa
> hari, udah dinilai kinerjanya buruk. Kaya kinerja DPR baik aja?
> �
> manneke
>
> --- On Tue, 2/17/09, lukman hqeem <[email protected]> wrote:
>
> From: lukman hqeem <[email protected]>
> Subject: [Forum-Pembaca-KOMPAS] Skeptisme kebijakan ekonomi Obama
>
> Received: Tuesday, February 17, 2009, 4:50 AM
>
> Sebelumnya, rasa optimis menghinggapi warga AS dan mungkin jagad ini bahwa
> terpilihnya Obama sebagai Presiden AS akan memberikan angina perubahan dan
> perbaikan serta yang paling utama mengakhiri krisis ekonomi keuangan saat
> ini. Pelan dan pasti lambat laun harapan itu pudar. Pelaku pasar global
> semakin skeptis dengan msa depan perekonomian saat ini. Rencana-rencana
> penyelamatan ekonomi yang diajukan pemerintahan Obama dipandang tidak cukup
> kuat untuk memperbaiki dan mengakhiri krisis ini.
>
> http://finance. roll.co.id/ in/home/87- top-stories/ 131322-skeptisme
> -kebijakan- ekonomi-obama. html
>
> Lukman Hakim
>
> 

Kirim email ke