Tidak demikian. Politik di negeri demokratis berbeda dengan urusan pribadi. 
Negara� Zimbabwe yang tidak demokratis tidak bisa lagi disamakan dengan 
Indonesia yang sudah berdemokrasi. JK tidak bisa menentukan arah dirinya 
sendiri.
�
JK juga punya saingan di kubunya sendiri. MJK juga belum tentu pisah karena 
maunya sendiri harus�pisah. Jangan lupa, koalisi di Indonesia di 
masing-masing daerah berbeda dengan koalisi di tingkat pusat. Kompas sepertinya 
perlu deh membuat peta koalisi politik di daerah-daerah.
�


--- On Mon, 2/23/09, jono joni <[email protected]> wrote:

From: jono joni <[email protected]>
Subject: RE: [Forum-Pembaca-KOMPAS] SBY - JK masih solid
To: [email protected]
Date: Monday, February 23, 2009, 1:12 PM








Saya sangat heran kok MJK terpancing hanya karena pengurus DPD/DPW tersinggung 
karena statement Mubarok. Sekarang MJK terjebak benar2 jadi mencalonkan diri, 
padahal mestinya dia tahu dri lah. Semua survei menunjukkan elektabilitasnya 
sangat rendah. Mbok ya ngaca. Atau kalau mau 'gentlement' , mestinya dia jadi 
king-maker saja dg mempersilahkan tokoh lain yg laku dijual utk diusung jadi 
capres dari Golkar. Kalau tdk ada jalan lain, ya sdh mantap2 saja dg SBY lagi. 
Kok malah menghianati pasangan sendiri, padahal usia pemerintahan masih 8 bulan 
lagi sampai pelantikan Presiden 20 Okt 2009. Ya nasib, ya nasib. Nyesel kita 
milih kedua pasangan ini di tahun 2004. Kalau pemimpinnya jalan masing2, apa 
lagi dapat diharapkan utk kepentingan rakyat? Yusuf Kalla ini benar2 
keterlaluan.

Kirim email ke