Pagi ini harian "Jawapos" memuat berita penemuan yang sama oleh seorang pengemis yang lalu menyerahkan kepada suatu yayasan sosial. Setelah amplop dibuka, isinya adalah sertifikat tanah seluas 46 rb m2 lebih, SIUP dan 1 lbr cek tunai BRI senilai 4,7M dengan cap PT.PETRONAS sbg pembuka cek tersebut. Bukan main, semuanya terlihat amat meyakinkan.
Bagi kebanyakan orang yang tidak terbiasa berpikir analitis, apalagi yg punya keyakinan bahwa "segala sesuatu mungkin saja" maka akan menjadi sasaran empuk penipuan gaya ini. Wong batu ponari saja menarik puluhan bahkan ratusan ribu orang untuk mempercayainya, apalagi cek tunai BRI senilai 4,7M. Betapa pentingnya pendidikan... Regards, Soewarso ongkowinarto Japri ✉ : [email protected] Y!M : soewarso2001 ☎ : +6281 5503 9000 Sent from BoldBe®®y|9000™| Powered by Luna Maya's Monkey™ -----Original Message----- From: "Agus Hamonangan" <[email protected]> Date: Mon, 09 Mar 2009 00:26:17 To: <[email protected]> Subject: [Forum-Pembaca-KOMPAS] Modus Penipuan Baru, Tinggalkan Dokumen di Pinggir Jalan http://megapolitan.kompas.com/read/xml/2009/03/09/02581675%20/modus.penipuan.baru.tinggalkan.dokumen.di.pinggir.jalan. JAKARTA,SENIN-Penipu memang tidak kehilangan akal dalam menjalankan aksinya. Setelah penipuan dengan modus menang undian produk sabun cuci tercium oleh aparat kepolisian, sekarang penipuan menggunakan sebuah dokumen yang ditinggal di pinggir jalan sedang marak di Jakarta. "Saya barusan ditemui oleh dua orang pejalan kaki, yang mengaku telah mendapat sebuah dokumen berharga di pinggir Jalan Slipi," ujar petugas TMC Polda Metro Jaya, Bripka Kasyanto ketika sedang melakukan patroli di Slipi, Jakarta Barat, Senin (9/3). Kasyanto menambahkan, dokumen tersebut berupa amplop persegi panjang dan tertulis di bawahnya dokumen penting lengkap dengan nomor register. Di dalam amplop tersebut ada tiga buah surat. Pertama sebuah sertifikat tanah yang berkop Badan Pertanahan Nasional, kedua sebuah Izin Usaha Perdagangan (SIUP) berkop Pemerintah Provinsi DKI Jakarta Dinas Perindustrian dan Perdagangan dan terakhir sebuah Cek Bank Rakyat Indonesia sebesar Rp 4.700.000.000. "Isi dalam amplop tersebut dua-duanya sama," tambah Kasyanto. Dalam modusnya kali ini, berdasarkan penuturan salah seorang korban kepada Kasyanto, didasari oleh rasa kemanusian ingin mengembalikan kepada pemiliknya, si penemu menghubungi nomor telepon yang tercantum di bagian depan dokumen tersebut. Setelah itu, orang yang dihubungi tadi akan mengucapkan terima kasih dan akan mengirimkan uang sejumlah 20 juta sebagai balas budi. Lalu si penipu pun akan menanyakan nomor rekening. "Terima kasih nanti saya akan kirim uang sebesar Rp 20 juta atas upaya bapak menemukan surat berharga kami. Tolong kirim nomor rekening Anda, nanti kami transfer uangnya," ujar Kasyanto menirukan aksi si penipu. Nantinya si penipu tadi akan meminta si penemu agar memberikan nomor rekeningnya melalui ATM. Lalu si penipu tadi akan mengajak mengobrol dan secara tidak terasa akan meminta kepada si penemu agar membayar biaya dari transfer tersebut. Sementara ini, TMC sudah mendapatkan sebanyak tiga amplop dari para pejalan kaki di wilayah sekitar Slipi dan Gatot Subroto. Semua isinya sama. Semua amlop berisikan surat milik tanah berkop Badan Pertanahan Nasional, SIUP DKI dan sebuah cek senilai Rp 4.700.000.000. ONO Sumber : TMC [Non-text portions of this message have been removed]
