Setahu saya forum ini tempat untuk berdiskusi, bukan untuk tepuk dada. Juga bukan untuk ngerumpi meributkan 'siapa' ketimbang membahas 'apa' yang disampaikan anggota forum.
Dalam kasus ini persoalannya sederhana, saya mengajukan sanggahan atas pernyataan Anda soal haramnya bikin partai di RRC: http://groups.yahoo.com/group/Forum-Pembaca-Kompas/message/116610 Kalau Anda, manneke, punya persoalan dengan sistem kepartaian di RRC, saya sarankan untuk protes (disertai data) ke pemerintah Cina. Yang pasti, tidak benar kalau dibilang RRC mengharamkan adanya partai lain selain PKC. Lepas dari segalanya, adalah fakta bahwa di Cina ada partai lain. Artinya, kalau Anda tahu fakta itu (datanya cukup banyak dan mudah didapat di internet) Anda pasti akan lebih hati-hati untuk berkomentar soal pengharaman partai di Cina, yang berkonotasi Cina cuma punya satu partai. Bahkan komentar Anda itu sebenarnya melenceng dari topik 'proposal office' yang sedang diusulkan sdr Bakrie Arbie sebagai bentuk partisipasi masyarakat dalam memberi masukan kepada DPR & DPD: http://groups.yahoo.com/group/Forum-Pembaca-Kompas/message/116549 Karena Anda tidak paham apa yang dibicarakan sdr Bakrie Arbie dan tidak tahu fakta tentang adanya partai selain PKC, maka saya coba ingatkan bahwa sangkaan Anda soal pengharaman partai di Cina itu tidak benar. Kalau saja Anda bisa mempertahankan -dengan data- bahwa di Cina (dan Hong Kong) hanya ada PKC, saya akan berterimakasih karena paling kurang saya mendapat tambahan data. Tapi kalau Anda lagi-lagi datang dengan tangan hampa dan tepuk dada sambil nyinyir, maka harusnya Anda malu pada forum, pada moderator, dan pada dirimu sendiri. Sebab, hanya dengan nyinyir Anda tidak bisa memberi nilai tambah kepada forum ini. Tidak memberi informasi apapun kepada forum ini selain tentang pelecehanmu atas diri sendiri, karena faktanya justru orang-orang lainlah yang datang membawa data. Apalagi, sikap tak bertanggungjawabmu atas komentar haram itu mau kau tutupi dengan minta-minta data soal pemilu di RRC ("APAKAH DI RRT SUDAH PERNAH ADA PEMILU?"). Lagi, kalau Anda mengerti 'proposal office' yang dibicarakan sdr Bakrie Arbie, Anda akan lebih hati-hati untuk bertanya soal itu. Sebab, 'proposal office' yang dimaksud pada hakikatnya juga bentuk pemberian suara / masukan secara langsung oleh rakyat. Sedangkan pemungutan suara untuk memilih orang, Deng Xiao Ping sudah memelopori pilihan langsung di akar rumput mulai 1980: http://en.wikipedia.org/wiki/Elections_in_the_People%27s_Republic_of_China Sekali lagi, kalau Anda tidak suka dengan sistem tersebut, itu urusan Anda dengan pemerintah Cina. Silakan protes mereka (dengan data). Tunjukkan Anda lebih demokratis dari mereka dengan memperlihatkan kemauan menghargai perbedaan. Demokrasi (kerakyatan) di Cina jelas berbeda dengan Indonesia. Tetapi demokrasi yang ditempuh Indonesia malah menghasilkan DPR berkualitas 'guru korupsi' sebagaimana disebut dalam artikel Tiga Tipe Anggota DPR ini. ajeg= --- manneke budiman <hepaest...@...> wrote: > Gini aja deh. Daripada kita terus-terusan maen-maen dengan kebodohan, > tolong jawab pertanyaan ini dengan data: APAKAH DI RRT SUDAH PERNAH ADA > PEMILU? > > Pemilu adalah salah satu indikator adanya lebih dari satu partai. Dan > ini saya bicara soal RRT yang ibukotanya Beijing, bukan Hong Kong. Oke? > > Semoga setelah ini makin keliatan yang o'on sesungguhnya siapa. Akan > terang juga apakah RRT menghalalkan atau mengharamkan multi-partai. Juga > akan jadi jelas siapa yang gampang kemakan propaganda rejim :) > > manneke
