Bung Wiliam, Daripada Democrazy dan BBM, buat saya kok lebih menarik Panggung Demokrasi nya Global TV. Dengan digawangi oleh Imam Prasodjo, Yenni Rosa dan Sujiwo Tedjo, para caleg yang diundang jadi kelihatan kualitasnya. Pertanyaan para panelis tajam, aktual dan berani. Sering saya geleng2 melihat jawaban dan pandangan para caleg. Tapi ada juga yang menurut saya jelas visi misinya, tegas dalam berpendapat, dan luas wawasannya. Salah satunya. Bung Budiman, yang tampil bersama Rama Pratama dan Indra Piliang.
riyanto Sent from my BlackBerry® powered by Sinyal Kuat INDOSAT -----Original Message----- From: Wiliam F <[email protected]> Date: Mon, 23 Mar 2009 12:47:40 To: <[email protected]> Subject: [Forum-Pembaca-KOMPAS] acara politik di tv, tidak mendidik ? Pakar komunikasi kita, mas Effendy Ghazali dalam acara “BBM” versi RCTI-nya nanti malam rencananya akan menghadirkan Taufik Kiemas dan Puan Maharani untuk “dikerjain”, he3… Kita lihat saja nanti apakah saat mereka ditanya soal kapan rencana pertemuan Mega dan SBY akan lagi-lagi dijawab dengan ujaran : “tunggu momentum !” Dik Pendi, sebaiknya anda tidak bangga dulu acaranya bisa didiskusikan oleh pengamat tv luar, nach kalo acaranya bisa masuk prime-time menggusur sinetron, baru itu prestasi. Dan lagi sebenarnya dengan adanya Democrazy dan Negeri Impian, BBM cuman hanya variasi saja. Gurauan ketawa-ketiwi, tapi tidak memberi pencerahan. Jadi teringat dengan salahsatu tokoh “pakar” lainnya : Roy Suryo. Coba donk soal daftar pemilih tetap yang lagi kisruh gara2 sistem komputer KPU yang berantakan bisa dibantu untuk dibenahi. Jangan cuman bengong doank, kampanye sana-sini tapi nggak jelas visi soal dunia informatika kita nantinya mau dibawa kemana ? Melihat tayangan berita tv, saya sependapat dengan ulasan Kompas hari ini. Cuma pamer massa, tapi tidak ada janji konkret apa yang bakal dilakukan para caleg tersebut nanti seperti apa ? Dan media massa pun rasanya “menyerah”, terlihat dari gaya liputannya yang ecek-ecek begitu. Tidak mengupas tajam apa bedanya visi misi antara parpol yang satu dengan yang lain, malah kesannya hanya ada 2 kubu saja : golput atau non golput. Coba apa bedanya kalau akhirnya mereka melakukan koalisi juga. MetroTV dan tvOne, mohon tidak melulu mengundang paparan pengamat dan komentator semata. Rasanya perlu ada bedah program partai. Jangan berlagak netral, tapi mulailah berpihak pada kepentingan rakyat. Iklan parpol yang membodohi, harap ditolak saja. Pers mesti mendidik masyarakat untuk mendapatkan pilihan terbaik. NB : Ada yang punya informasi buku atau situs apa yang memuat komparasi caleg maupun parpol yang ikut pemilu 2009 secara menyeluruh ? Tak lupa dilengkapi cv dan komitmennya untuk rakyat seperti apa ? Bersedia maksimal digaji mereka sebagai anggota legislatif ? New Email names for you! Get the Email name you've always wanted on the new @ymail and @rocketmail. Hurry before someone else does! http://mail.promotions.yahoo.com/newdomains/sg/ [Non-text portions of this message have been removed] [Non-text portions of this message have been removed]
