Baru tahu kenapa susah bener mo beli iPhone di Telkomsel, barangnya gak ada melulu.
Tgl 20 dah reserve, tahu2 dikasih tahu lewat SMS cuma dapet yg pre-paid, tanpa ada akses untuk pindah paket. Kl mo post paid suruh nunggu tgl 23 di Grapari. Tgl 23 nyari di Grapari Bekasi, katanya baru sore ada barang. Tgl 25 dateng lagi di Grapari Bekasi, blm ada juga. Disaranin ke Oke Shop. Pas di Oke Shop Metropolitan II Bekasi, baru nemu jawabannya. Karena dah bbrp hari tanpa hasil, langsung nanya mBaknya, "Barangnya ada mBak? Ready stock?". "Banyak Mas, mo pesen berapa?" "Satu aja, tp yg Turbo Plus ya" "Bisa, tp habis ini mesti ke Grapari, tuker paket" "Ya deh mBak, saya ambil yg itu. Berapa? Saya cukup bayar 4 jt-an khan?" "Gak Mas, di sini 11jt lbh" "Lho di Grapari total sama komitmen bulanan selama setahun cuma 9.7jt, kok disini segitu, hampir 3 jt lbh mahal dari harga di Grapari Telkomsel" "Di sini segitu, Mas" O, begitu. Apa ada yg mau yah, beli barang yg telah dimark up sebanyak itu. Percaya diri bgt Oke Shop. Untuk beli di Grapari/Telkomsel langsung aja, saya rada2 maksa untuk up to date dg IT/multimedia terbaru stlh hampir 5 tahunan gak pernah ganti HP. Tp dg di mark up sebesar itu??? Toh kl gak beli, gak mati gaya jg, apalagi mati beneran. Aneh bgt fenomena ini. Apa mungkin itu cara Telkomsel menjaga hype-nya iPhone yah? Ada yg tahu jawabannya? Rgds, Fana 2009/3/22 Agus Hamonangan <[email protected]>: > http://tekno.kompas.com/read/xml/2009/03/21/20361453/telkomsel.iphone.dan.blackberry.beda.segmen > > JAKARTA, KOMPAS.com - Telkomsel tak takut masuknya iPhone di Indonesia akan > menggerus pasar BlackBerry. Menurutnya, kedua ponsel pintar ini memiliki > segmen pasar yang berbeda. > > Hal tersebut disampaikan Deputy VP Product Marketing Telkomsel Mark L. > Chambers saat ditemui Kompas.com, Sabtu (21/3), di lokasi penjualan perdana > iPhone 3G, di Pacific Place, Jakarta. > > "Antara keduanya tidak bisa dibandingkan karena beda sekali," tutur > Chambers. Ia menuturkan segmen pasar BlackBerry untuk kalangan bisnis, > sedangkan iPhone untuk segala usia bahkan anak-anak sekalipun. > > Menurutnya, iPhone merupakan kombinasi tiga produk dalam satu kesatuan. > Yakni, ponsel yang revolusioner yang dapat dioperasikan dengan sentuhan > jari, iPod berlayar lebar, dan internet. > > "Blackberry lebih ke business practice, sedang iPhone itu industri kreatif. > Semuanya bisa, untuk permainan, film, dan streaming televisi," katanya. > > Sayangnya, untuk peluncurannya di Indonesia, Chambers enggan mengatakan > target penjualan iPhone yang ingin dibukukan. > > Namun, ia mengatakan mulai Sabtu (28/3) depan, pihaknya akan memperluas > penjualan iPhone 3G di seluruh Indonesia. Mulai dari Medan, Surabaya, > Bandung, Makassar, dan kota-kota besar lainnya. > > ANI > > -- Rgds, Fana
