dan itu, kata seorang rekan, produk agung laksono dan jk yang menggusur akbar 
tanjung; ditambah aburizal bakrie dengan lapindo.

--- On Fri, 4/10/09, Agus Hamonangan <[email protected]> wrote:

From: Agus Hamonangan <[email protected]>
Subject: [Forum-Pembaca-KOMPAS] Golkar Dapat "Getah", Demokrat Dapat "Nangka"
To: [email protected]
Date: Friday, April 10, 2009, 5:08 AM











    
            
            


      
      Laporan wartawan KOMPAS.com Inggried Dwi Wedhaswary



http://nasional. kompas.com/ read/xml/ 2009/04/10/ 06455310% 20/golkar. 
dapat.quotgetahq uot.demokrat. dapat.quotnangka quot.



JAKARTA, Kompas.com- Perolehan suara Partai Golkar pada pemilu tahun 2009 ini 
mengalami penurunan yang signifikan, jika berkaca pada hasil quick count 
sejumlah lembaga survei. Jika pada tahun 2004 lalu, Golkar memperoleh sekitar 
21 persen suara, kini angkanya hanya berputar di kisaran 14 persen.



Peneliti senior Lembaga Survei Indonesia (LSI) Burhanuddin Muhtadi, kepada 
Kompas.com, mengatakan, penurunan suara Golkar yang signifikan, salah satunya 
disebabkan persepsi masyarakat yang masih menganggap keberhasilan pemerintah 
SBY-JK hanya merupakan kerja keras SBY.



"Keberhasilan pemerintah tidak dipersepsikan sebagai hasil koalisi, tapi kerja 
SBY. Akhirnya, Golkar dapat 'getah'nya, SBY dan Demokrat mendapat 'nangka'nya, 
" kata Burhanuddin, Kamis (9/4) malam.



Terpuruknya Golkar, dikatakan dia, karena kesalahan strategi saat kampanye. 
Golkar baru memacu langkahnya dengan kekuatan tinggi pada masa-masa menjelang 
pemilu. Berbeda dengan Demokrat dan partai baru, Gerindra, yang tancap gas 
jauh-jauh hari sebelum peperangan.



"Ibaratnya, Demokrat dan Gerindra lari maraton, (partai) yang lain termasuk 
Golkar, lari sprint di masa akhir menjelang pemilu," ujarnya. Akibatnya, Golkar 
kehilangan isu untuk diangkat karena telanjur lebih dulu dijadikan materi oleh 
Demokrat.



"Tapi ada juga faktor finansial. Demokrat diuntungkan dari melimpahnya dana 
yang luar biasa, sehingga bisa menggulirkan iklan secara massif di media 
massa," kata Burhanuddin. Padahal, jika dibandingkan PDI Perjuangan dan Golkar, 
kekuatan caleg Demokrat masih kalah.




 

      

    
    
        
         
        
        








        


        
        


      

[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke