Dari cerita itu, polisi marah karena ibu ini ngotot mau ke kiri. Idealnya 
memang ditilang sih. Tapi, kalau hanya ditunjuk kepala saja udah marah-marah 
apalagi kalau ditilang. Makin heboh kali...!


--- On Fri, 4/10/09, Asep Kurniawan <[email protected]> wrote:


From: Asep Kurniawan <[email protected]>
Subject: Bls: [Forum-Pembaca-KOMPAS] Kalau besar jangan jadi polisi ya Nak...
To: [email protected]
Date: Friday, April 10, 2009, 10:01 PM








Menurut saya, pekerjaan polisi itu sejenis dengan bisnis jasa. Jadi seperti 
halnya teller bank, pelayan restoran, pelayan hotel, dsb. tetap harus tersenyum 
melayani pelanggannya walau kondisi sedang lelah, baru putus cinta, dimarahi 
atasan, dst.

Nah Pak Jhony, fokus posting Bu Kiky adalah sikap polisi yang marah-marah dan 
berkata kasar atas kesalahan yang Bu Kiky buat. Mestinya polisi itu kan bisa 
mulai (seperti biasa) memberi hormat dan memberi salam. "Selamat siang, bu.." 
Lalu mempersilakan Bu kiky meminggirkan mobilnya, menjelaskan apa kesalahannya, 
mungkin juga memberi kesempatan Bu Kiky untuk menjelaskan mengapa ia melakukan 
kesalahan tersebut, lalu menuliskan dan menyerahkan surat bukti pelanggaran 
(tilang) sambil menyita SIM Bu Kiky, dan memberi hormat kembali sambil 
memersilakan Bu Kiky melanjutkan perjalanan. Huhehehe... detil juga saya 
jelaskan ke Pak Jhony.

Sekali lagi Pak, polisi itu menjual jasa (melindungi dan melayani masyarakat). 
Kita sebagai pelanggannya membeli lewat pajak yang kita bayar ke negara. Kalau 
polisi itu menindak Bu Kiky dengan senyum dan hormat sebagaimana pemberi jasa 
pada pelanggannya, pasti akan diterima dengan baik pula. Dan Pak Jhony ngga 
akan merasa kiamat sudah dekat lagi.... Biasa aja lageeee

Salam,

Kirim email ke