Kalau kita secara obyektive boleh menilai Tehnokrat Ekonomi yang berada dibawah pimpinan Presiden Soeharto berkuasa selama 32 tahun yang terkenal dengan sebutan "Mafia Berkeley" sebenarnya terus dilanjutkan oleh para ekonom baru yang merupakan sambungan dari "Mafia Berkeley" karena mereka mempunyai pola pikir dan jalur konsep dasar ekonomi yang sama dan tidak berubah yaitu mendukung pasar bebas tanpa "reserve" yang pada intinya hanya memberikan kesempatan luas kepada para pengusaha kelas atas yang dekat penguasa sekaligus didukung dan kerjasama dengan para pengusaha multinasional asing utamanya di sektor "Finance" yang berujung runtuhnya ekonomi nasional kita dan jatuhnya Rezim Presiden Soeharto.Kejatuhan itu antara lain juga akibat dari lebih condongnya Soeharto ke Habibie dan dianggap menggeser posisi group Wijoyo Cs. Namun dengan segala persoalan yang dihadapi oleh Habibie setelah menerima estafet kekuasaan dari Soeharto dalam waktu singkat berhasil mestabilkan nilai mata uang Rupiah dari per dollar AS =Rp 16.000,- menjadi Rp 8.000,-, sayang Habibie harus turun panggung. Dalam masa reformasi di Era Gus Dur, naiknya Megawati dilanjutkan SBY menunjukkan bahwa nilai Rupiah kita belum pernah kembali lagi seperti masa singkat Habibie, padahal Ekonom2 lanjutan "Mafia Berkeley" dan anak didik Wijoyo CS yang selama masa reformasi ini memegang posisi penting portfolio ekonomi, baik dalam Kabinet Mega maupun SBY. Tuduhan kroni dan KKN di era Soeharto dan Habibie tidak bidsa kita pungkiri tetapi anehnya toh penyakit itu tetap terus juga berlangsung dan dilaksanakan bahkan sedikit lebih terbuka dan hebat daripada masa Habibie, walau sekarang ini KPK bekerja keras memberantas korupsi.
Dengan fakta itu jelas sekali bahwa analisa Pak Liman ini sangat sumir dan kurang akurat sama sekali. Rusaknya ekonomi nasional kita harus kita lihat dengan kacamata yang jujur dan obyektive bahwa selain banyak faktor lain tetapi harus diakui sebab utamanya adalah akibat konsep Ekonomi Bebas (Liberal)tanpa batas yang dianut dan dijalankan para Ekonom "Mafia Berkeley" yang kenyataannya sama sekali tidak memberikan fondasi kuat bagi tumbuhnya ekonomi rakyat dan bangsa Indonesia sebagaimana diamanatkan oleh Pembukaan UUD 1945 kita. Korupsi,pungli, KKN dan Kroni2 yang berlangsung selama puluhan tahun di tanah air tercinta ini pada hakekatnya banyak dipicu dan diperluas jangkauannya oleh sistim ekonomi dari para ekonom penganut ekonomi bebas yang berkuasa sejak awal pemerintahan Soeharto (termasuk kolaborasi mereka dengan World Bank dan IMF) yang dilanjutkan terus oleh anak didiknya di era reformasi kecuali jedah sebentar di era Habibie dan masa Gus Dur berkuasa. Hasilnya bisa kita lihat bagaimana posisi ekonomi rakyat dan negara kita hingga saat ini, berhasilkah ??? Saya tidak berwenang menilai biar masyarakat kita dan Pak Liman secara jujur menilainya sendiri. Kita juga menyaksikan bahwa krisis ekonomi dunia sejak Oktober 2008 tidak lain dan tidak bukan disebabkan sistim ekonomi bebas tanpa moral yang dianut oleh para ekonom AS dan negara2 G-7 termasuk WB dan IMF yang berhasil menyengsarakan rakyat2 AS dan dunia. Wallahuaklam. --- In [email protected], liman PAP <liman_...@...> wrote: > > Dear rekan, > > Saat Soeharto masih memakai teknokrat groupnya Soemitro Dj / Widjojo N, > perekonmian sangat bagus. Seusai sidang MPR 1993, Soeharto mulai memakai > kliknya Habibie, saat itu mutu menteri dah menurun, ditambah kroni2 dan KKN > pejabat - pengusaha yg saat krisis moneter 1997-1998 langsung hancur lebur. > > Teknokrat, tdk berpolitik dan bukan pengusaha jd mereka bekerja murni utk > kepentingan negara. Ingat saat SCTV menayangkan talk-show di Feb 1998 dimana > host-nya adalah Andy N (KIck Andy skrg), tamunya Almarhum Ekky (DPR), Peter > Gontha, Emil Salim dan seorang dosen dari UI, Sri Mulyani yang menjadi > bintang. Nampak mutu anggota DPR tsb, yg membawa majalah Time edisi Feb 1998 > sbg bahan diskusi; yg tdk ada apa2nya hingga ditertawakan oleh Peter Gontha > dan Emil Salim > > Mutu SDM, itulah yg membuat ekonomi di zaman Mega (yg cuma 3 thn), dan SBY > skrg berhasil. Siapa di belakang mereka??? Mereka adalah orang2 yg disebut > Mafia Berkeley, > Boediono dan Sri Mulyani. Seandainya tidak ada mereka, mungkin kita sudah > lebih terpuruk dibanding krisis tahun 1998. > > Wass, > > Liman
