http://nasional.kompas.com/read/xml/2009/04/13/06115992/siang.ini.prabowo.temui.wiranto

JAKARTA, KOMPAS.com — Hari ini, Senin (13/4), Ketua Dewan Pembina Partai 
Gerindra Prabowo Subianto akan menemui Ketua Umum Partai Hanura Wiranto. 
Prabowo akan menyambangi seniornya ini di Kantor Dewan Pimpinan Pusat (DPP) 
Partai Hanura, Jalan Diponegoro, Jakarta, pukul 12.00.

"Saya akan bertemu Pak Wiranto, besok rencananya. Saya datang ke beliau karena 
beliau lebih senior," ujar Prabowo seusai pertemuan 22 pimpinan parpol yang 
membahas seputar permasalahan pemilu di Hotel Dharmawangsa, Minggu (12/4) malam.

Saat ditanya mengenai agenda pertemuan tersebut, Prabowo hanya mengatakan akan 
membicarakan persoalan bangsa sekaligus silaturahim.

Selanjutnya, saat ditanya wartawan soal kemungkinan koalisi kedua partai ini, 
Prabowo hanya tersenyum. "Ya, kalau koalisi bisa-bisa saja," tuturnya.

Sejarah

Pertemuan kedua tokoh ini akan tercatat sebagai sejarah setelah lebih dari 10 
tahun mereka berseteru pascakejatuhan rezim Soeharto pada tahun 1998. Prabowo 
dipensiunkan dini dari TNI semasa Wiranto menjabat sebagai Panglima ABRI. 
Mantan menantu penguasa Orde Baru Soeharto itu dianggap terlibat dalam kasus 
penculikan aktivis 1998.

Perseteruan keduanya terus berlanjut saat masing-masing mengeluarkan "buku 
putih" mengenai peristiwa kerusuhan Mei 98 yang berujung pada keruntuhan Orde 
Baru. Wiranto menerbitkan buku Bersaksi di Tengah Badai dan Prabowo melalui 
tulisan sahabat karibnya Fadli Zon menjawabnya dengan meluncurkan buku Politik 
Huru Hara Mei 98. Kedua buku itu berusaha menjelaskan posisi masing-masing 
dalam kerusuhan tersebut.

Mereka juga berseteru dalam konvensi Partai Golkar menjelang Pemilu 2004. Kala 
itu Wiranto "kembali" memenangkan pertempuran dan melenggang sebagai calon 
presiden dari Partai Golkar. Langkah Wiranto terhenti pada putaran pertama 
pilpres. Susilo Bambang Yudhoyono tampil sebagai pemenang.

Kini kedua jenderal purnawirawan tersebut kembali ke panggung politik dengan 
membawa bendera partai masing-masing. Langkah mereka boleh dibilang sukses. 
Menurut penghitungan cepat atau quick count, Gerindra memperoleh suara sekitar 
4 persen sementara Hanura 3 persen, melewati ambang batas elektoral.

Akankah kedua jenderal purnawirawan yang berseteru ini akur kembali, bertemu 
dalam satu kepentingan menghadapi satu "musuh" bersama, Jenderal (Purn) Susilo 
Bambang Yudhoyono? Kita tunggu saja.


MYS 



Kirim email ke