http://nasional.kompas.com/read/xml/2009/04/14/18181063/SBY.Butuh.Golkar..Bukan.JK


JAKARTA, KOMPAS.com — Dengan perolehan suara terbesar, ada kemungkinan Partai 
Demokrat tetap berkoalisi dengan Partai Golkar, tetapi tidak lagi menyandingkan 
Susilo Bambang Yudhoyono dan Jusuf Kalla sebagai pasangan calon presiden dan 
wakilnya. Hal tersebut mungkin saja terjadi di tengah situasi politik saat ini.

"Dari logika saja, rasanya tidak mungkin SBY akan kembali menggandeng JK 
sebagai Wapres, setelah sebelumnya JK menyatakan maju jadi capres," ujar Ketua 
FKB DPR RI Effendy Choirie, Selasa (14/4). Namun, demikian kata Choirie, SBY 
tetap akan membutuhkan Golkar, tetapi bukan JK.

Menurut analisisnya, SBY akan memilih kader Golkar lainnya, seperti Akbar 
Tandjung ataupun Agung Laksono. Menurutnya, dari kedua nama kuat di internal 
Golkar itu, masing-masing punya kelebihan dan tentunya akan sangat 
dipertimbangkan SBY.

Effendi Choirie mengatakan, jika melihat posisi Agung Laksono sebagai Wakil 
Ketua Umum Partai Golkar, maka secara formal jika tetap ingin mengandeng Golkar 
mestinya Agung yang dipilih. Namun, Agung memiliki latar belakang Jawa yang 
tampaknya sulit dijual ke para pemilih yang non-Jawa.

Sementara Akbar Tandjung, ujarnya, memiliki kelebihan berasal dari luar Jawa, 
serta pengalaman politik dan birokrasinya yang panjang. "Selain itu, Akbar juga 
akan dibutuhkan SBY jika ternyata SBY nanti dikeroyok ramai-ramai. Untuk 
mengatasi ini saya rasa SBY membutuhkan sosok seperti Akbar," katanya.

Ketua DPP PKB itu menilai secara umum elektabiltas dan akseptabilitas Akbar 
Tandjung lebih tinggi di masyarakat daripada Agung Laksono.


JS 
Sumber : Persda Network

Kirim email ke