om Manneke, masalahnya, bisakah seorang bawahan mengambil inisiatif yang berada diluar perintah dan rencana operasi sang komandan, karena kondisi situasional dan sebagainya ? saya juga pernah mendengar adanya berapa korban kudatuli yang hilang dan gugur, apa itu juga sang komandan memerintahkan untuk menghilangkan dan mengugurkan para penjaga markas pdi waktu itu ? sewaktu ada lima wartawan australia meninggal awal operasi seroja, apa itu juga perintah panglima teringgi, atau perintah panglima operasi seroja ? dalam peristiwa kudatuli, seharusnya sebagai bawahan kan dia juga punya pikiran, akal, kecerdasan, inisiatif, untuk tidak semudah itu menghilangkan dan meng-gugurkan orang-orang yang bertahan, apa tidak ada cara-cara yang lebih beradab om ?, kecuali memang didalam situasi darurat perang, dimana ada perlawanan bersenjata yang sengit, seru, tembak-tembakan, dar der dor, sehingga ada keadaan terpaksa yang harus to kill or to be killl, ya enggak om ? waktu itu kan cuman teriak-teriak, pake lempar lemparan batu aja om. paling-paling kepala benjol , gigi rontok, berdarah, tapi enggak akan mati kan ? filem-nya juga ada kok, bisa dilihat lagi om ! tapi juga, kalau enggak diperiksa bersama, pasti ada yang saling menyalahkan, sang bawahan mengatakan, saya kan hanya menjalankan perintah atasan sambil meringis, dengan muka yang direkayasa seperti tak berdosa dan menahan nafas sang komandan mengatakan, bawahan yang over acting, bodoh, tolol, tidak ada inisiatif, sambil terlihat geram dan gregetan. salambambangsulistomo.
2009/4/20 manneke budiman <[email protected]> > > > Lha ya jelaslah. Apalagi dalam militer. Perintah Komandan/Panglima ya harus > mutlak didukung para anak buah, baik di lapangan ataupun non-lapangan. Lha > apa Anda kira TNI itu paguyuban arisan, yang orang boleh semaunya tak > mendukung perintah Panglimanya? > > Tapi tampaknya Anda susah ngerti ya? Masih juga menyebut Kasdam sebagai > "BOSS." Saya kasih tau sekali lagi ya: Di militer, BOSS cuma ada satu: > Komandan/Panglima. Tak ada ambiguitas di sini. Kalao kita ngomong konteks > kudatuli 2007, BOSS militer DKI Jaya adalah cuma satu, yaitu Pangdam > Sutiyoso. Kurang jelaskah? > > manneke
