http://sains.kompas.com/read/xml/2009/04/20/19153127/batan.sudah.bisa.mengolah.limbah.nuklir

JAKARTA, KOMPAS.com - Rencana pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir 
(PLTN) Semenajung Muria Jawa Tengah tahun 2016 menimbulkan kekwatiran banyak 
pihak. Salah satu yang menjadi pusat perhatian adalah soal dampak limbah yang 
dihasilkan dari reaktor nuklir.

Persoalan ini ternyata telah ditangani oleh Sigit, peneliti Badan Peneliti 
Tenaga Nuklir (BATAN), Pusat Teknologi Bahan Bakar Nuklir (PTBN) Serpong yang 
hari ini (20/4) dikukuhkan sebagai profesor riset di Gedung BATAN, Jakarta. 
Proses daur ulang limbah tersebut dibacakan sebagai orasi ilmiah dengan judul 
Proses Kering Daur Ulang Bahan Bakar Nuklir dan Prospeknya di Indonesia.

"Daur ulang bahan bakar nuklir adalah suatu proses menggunakan kembali bahan 
bakar nuklir uranium dan plutonium yang diperoleh dari recovery bahan bakar 
bekas ke dalam reaktor sebagai tambahan produksi energi," kata Sigit.

Lebih lanjut ia mengatakan bahwa daur ulang yang dilakukan pada kondisi kering, 
diartikan tidak menggunakan pelarut organik dan fase cair. Sedangkan olah bahan 
bakar nuklir itu sendiri adalah proses pemungutan kembali uranium dan plutonium 
dari bahan bakar bekas di mana kelongsong, hasil fisi, transuranium dan bahan 
terkontaminasi lainnya menjadi limbah radiaktif aktifitas tinggi.

Pemisahan uranium dan plutonium sangat sensitif karena plutonium merupakan 
bahan untuk membuat sengaja nuklir. "Indonesia tidak melakukan hal ini karena 
telah menandatangani perjanjian non proliferasi, di mana iptek digunakan hanya 
untuk maksud damai, bukan untuk persenjataan," ungkap Sigit.

Dengan pengukuhan ini Sigit yang menjadi orang 262 dalam Komunitas Peneliti 
Nasional dan Professor Peneliti ke-40 di BATAN. Dua peneliti BATAN lain yang 
juga dikukuhkan sebagai Profesor Riset adalah Sugiarto untuk Bidang 
Polimerisasi Radiasi sebagai orang ke-260 dan 38 dan Surian Pinem pada Bidang 
Fisika Reaktor Nuklir sebagai orang ke-261 dan 39. Mereka dikukuhkan oleh 
Kepala LIPI selaku Ketua Majelis Pengukuhan Profesor Riset Umar Anggoro Jeni.


ONE 

Kirim email ke