http://travel.kompas.com/read/xml/2009/04/28/21413379/Santika.Indonesia.Terus.Berinovasi.Menarik.Tamu

SEMARANG, KOMPAS.com — Santika Indonesia Hotels and Resorts yang berada di 
bawah kelompok Kompas Gramedia terus berinovasi dan mempererat kerja sama untuk 
mempertahankan tingkat hunian. Antara lain dengan memperkenalkan re-branding 
kelompok usahanya kepada mitra biro perjalanan. Sebanyak 90 perwakilan dari 
biro perjalanan di Semarang, Yogyakarta, dan Solo dikumpulkan di Semarang untuk 
menjalin kerja sama lebih erat.

Corporate Director of Marketing Santika Indonesia Hotels and Resorts Donny 
Tisnantoro menjelaskan, re-branding Hotel Santika antara lain membagi menjadi 
empat kategori hotel. Hotel Santika Premiere (bintang 4), Hotel Santika 
(bintang 3), Hotel Amaris (bintang 2), serta brand di bawah The Royal 
Collection yaitu The Samaya dan The Kayana (boutique hotel).

Hingga kini, di seluruh Indonesia sudah ada 16 hotel yang tergabung dalam 
Santika Group. Donny mengatakan, pihaknya menargetkan 25 hotel di Indonesia 
bergabung pada tahun 2009, dan 50 hotel pada tahun 2012.

Kerja sama dengan biro perjalanan penting untuk terus dijalin karena keduanya 
merupakan mitra yang saling melengkapi dan saling membutuhkan. Dalam kegiatan 
itu juga, biro perjalanan bertemu dengan sales dari Hotel Santika untuk 
bernegosiasi dan bertransaksi.

Selain itu, manajemen Santika terus berinovasi guna menarik tamu di tengah 
persaingan yang semakin ketat. General Manajer Hotel Santika Premiere Semarang 
Andhy Irawan, Selasa (28/4), mengakui, munculnya hotel-hotel baru di Kota 
Semarang memengaruhi okupansi yang sekarang rata-rata 60 persen.

"Jelas ada pengaruhnya, okupansi sedikit berkurang. Namun, secara pertumbuhan 
masih positif karena kami mengembangkan hal lain," ujarnya.

Untuk food and beverage, misalnya, dikembangkan dengan penawaran paket-paket 
baru. Selain itu, Santika Premiere juga menawarkan paket-paket pertemuan ke 
instansi atau lembaga-lembaga.

"Intinya, kami justru merasa ditantang untuk terus melahirkan inovasi-inovasi 
baru. Kami tidak dapat mengendalikan kompetitor, karena itu kami yang harus 
berubah mengikuti permintaan pasar," ungkap Andhy.

Hal serupa diutarakan General Manajer Hotel Santika Semarang Yuli Priyono. 
Setelah hotel-hotel baru bermunculan di Kota Semarang, okupansi di hotel ini 
berkurang dari rata-rata 80 persen menjadi 70 persen.

Oleh karena itu, pihaknya juga terus berupaya menarik pengunjung dengan 
berbagai tawaran-tawaran. Untuk para pelanggan, misalnya, pihak hotel memberi 
harga khusus.


UTI 

Kirim email ke