Mari kita segarkan ingatan kita pada orang2 yang mendukung kenaikan harga BBM 
tahun 2005 yang naik sampai 125%.

Kalau orang yang mendukung kenaikan harga BBM bisa disebut Neoliberalis, maka 
orang2 ini, termasuk Chatib Basri adalah orang Neoliberalis.

Salam

http://capresindonesia.wordpress.com/2008/07/24/daftar-nama-pendukung-kenaikan-harga-bbm-tahun-2005/
Daftar Nama Pendukung Kenaikan Harga BBM tahun 2005


Berikut nama-nama pendukung kenaikan harga BBM tahun 2005 yang mencapai 125%. 
Mereka memasang iklan dukungan kenaikan harga BBM di berbagai media massa. 
Bahkan LPEM FEUI membuat “studi Ilmiah” yang menyatakan kemiskinan berkurang 
jika harga BBM dinaikkan.

Menteri ESDM Purnomo Yusgiantoro yang berulangkali menaikan harga BBM ternyata 
di zaman Megawati juga menaikan harga BBM.

Semoga intelektual kita lebih memihak kepada rakyat. Berikan BBM dengan harga 
yang terjangkau kepada rakyat. Bukan harga Internasional.

Dukung Pemerintah

36 Tokoh Iklan Kenaikan Harga BBM

Jakarta 8/3/2005: Sebanyak 36 tokoh diiklankan Freedom Institute sebagai 
pendukung pemerintah mengurangi subsidi BBM (menaikkan harga BBM). Sebagian 
mereka mempertaruhkan kredibilitas yang sebelumnya sudah sangat diakui oleh 
masyarakat sebagai tokoh intelektual yang berpihak kepada kepentingan umum 
dalam profesinya masing-masing.

Mereka di antaranya berprofesi sebagai akademisi, peneliti, pemerhati sosial, 
rohaniwan, seniman, pengusaha, advokat, ekonom, politisi dan wartawan. 
Tampilnya nama-nama sebagian tokoh diiklan Freedom Institute ini menjadi 
sorotan publik yang dinilai sebagai kurang pantas dilakukan oleh tokoh 
intelektual yang tadinya dianggap berpihak kepada kepentingan umum. Namun 
rupanya, para tokoh itu mempunyai alasan sendiri bersedia ditampilkan sebagai 
tokoh iklan kenaikan harga BBM itu.

Iklan untuk mendukung kebijakan pemerintah menaikkan harga BBM itu diterbitkan 
di media massa tanggal 26 Februari 2005, beberapa hari sebelum pemerintah 
menaikkan harga BBM dalam negeri rata-rata 29 persen tanggal 1 Maret 2005. 
Kebijakan menaikkan harga BBM ini mendapat penolakan dari berbagai pihak yang 
dampaknya dirasakan sangat memberatkan rakyat kecil.

Nama-nama tokoh yang tampil sebagai bintang iklan pendukung kenaikan harga BBM 
bersama-sama dengan Juru Bicara Presiden Andi Mallarangeng dan Dino Patti 
Djalal, itu antara lain rohaniwan Franz Magnis Suseno, tokoh pers dan pendiri 
Tempo Gunawan Muhammad dan Fikri Jufrie, pengacara kondang pembela hak-hak 
asasi manusia Todung Mulya Lubis, dan tokoh Jaringan Islam Liberal (JIL) Ulil 
Abshar-Abdalla.

Nama-nama lain yang menjadi bintang iklan Freedom Institute, itu adalah Agus 
Sudibyo, Anggito Abimanyu (ekonom), Anton Gunawan, Ayu Utami (senimawati), Bimo 
Nugroho (praktisi televisi), Dana Iswara (praktisi televisi), Dodi Anbardi, 
Hadi Soesastro (ekonom), Hamid Basyaib, Ichsan Loulembah (anggota DPD dari 
Sulawesi Tengah), dan Jeffrie Geovanie (Direktur Kampanye Calon Presiden HM 
Amien Rais).

Juga Jeannette Sdjunadi, Lin Che Wei (ekonom), Luthfi Assyaukenie, M. Chatib 
Basri (ekonom), M Ikhsan (ekonom), M Sadli (ekonom), Mohammad S Hidayat 
(pengusaha, Ketua Kadin 2004-2008), Nirwan Dewanto (pengusaha), Nong Darol 
Mahmada, Nono Anwar Makarim (advokat senior), Raden Pardede (ekonom), Rahman 
Tolleng (politisi Golkar dari Bandung), Rizal Mallarangeng (adik Juru Bicara 
Presiden Susilo Bambang Yudhoyono Andi Mallarangeng), Rustam F Mandayun, Saiful 
Mujani (peneliti pada sejumlah polling-polling), Sofyan Wanandi (pengusaha), 
Sugiarto Chandra dan Thee Kian Wie.

Iklan full-colour satu halaman penuh itu memuat data, bahwa dengan harga minyak 
dunia saat ini, subsidi BBM akan mencapai Rp 70 trilyun. Artinya, negara harus 
menghabiskan Rp 200 miliar setiap hari hanya untuk menyangga harga BBM.

ôBerapa sekolah dan puskesmas yang dapat kita bangun setiap hari, setiap 
minggu, atau setiap bulan, dengan dana sebesar itu?,ö petikan iklan Freedom 
Institute, institusi yang disebut independen dan pendiriannya diprakarsai 
Aburizal Bakrie itu.

Ditampilkan pula grafik hasil perhitungan LPEM-FEUI, yang jika diiringi dengan 
program kompensasi tertentu pengurangan subsidi BBM justru mengurangi jumlah 
kaum miskin.. Menurut LPEM-FEUI itu, dampak kenaikan BBM dari jumlah penduduk 
miskin Indonesia kondisi awal adalah sejumlah 16,25%, dengan kenaikan BBM 30% 
jumlah penduduk miskin Indonesia menjadi 16,43%. Dan sesudah kompensasi jumlah 
penduduk miskin menurut LPEM-FEUI akan turun menjadi hanya 13,87%.

Program kompensasi ini dapat dilakukan dalam berbagai bentuk, seperti beasiswa 
pendidikan, perbaikan sarana kesehatan, dan bantuan beras murah. ôKita harus 
berani memilih: bersembunyi dibalik kekeliruan masa lalu, atau menghadapi 
persoalan sekarang untuk menyiapkan masa depan bersama yang lebih baik,ö 
demikian bunyi terakhir iklan yang akhirnya menuai beragam kontroversi di 
masyarakat, bahkan mempertanyakan ketokohan para bintang iklan yang selama ini 
kredibiltasnya sesungguhnya sudah pernah diakui oleh masyarakat sebagai tokoh 
yang baik-baik. *ti/ht

http://www.tokohindonesia.com/berita/berita/2005/01/freedom.shtml

Nama Pendukung Kenaikan Harga BBM Berdasarkan Abjad

Agus Sudibyo

Andi Mallarangeng

Anggito Abimanyu

Anton Gunawan

Ayu Utami

Bimo Nugroho

Dana Iswara

Dino Patti Djalal

Dodi Anbardi

Fikri Jufrie

Franz Magnis Suseno

Gunawan Muhammad

Hadi Soesastro

Hamid Basyaib

Ichsan Loulembah

Jeannette Sdjunadi

Jeffrie Geovanie

Lin Che Wei

Luthfi Assyaukanie

M Ikhsan

M Sadli

M. Chatib Basri

Mohammad S Hidayat

Nirwan Dewanto

Nong Darol Mahmada

Nono Anwar Makarim

Raden Pardede

Rahman Tolleng

Rizal Mallarangeng

Rustam F Mandayun

Saiful Mujani

Sofyan Wanandi

Sugiarto Chandra

Thee Kian Wie

Todung Mulya Lubis

Ulil Abshar-Abdalla
===
Ayo Belajar Islam sesuai Al Qur'an dan Hadits
http://media-islam.or.id


      Lebih bersih, Lebih baik, Lebih cepat - Yahoo! Mail: Kini tanpa iklan. 
Rasakan bedanya! http://id.mail.yahoo.com

Kirim email ke