Memanfaatkan issue Neoliberalisme seorang Jurkam menyederhanakannya seprti ini:Ketika Cepu, Cadangan Minyak terbesar di dunia dijual ke Exxon,Pemerintah Indonesia berharap untuk cepat-cepat diproduksi untuk memenuhi kebutuhan nasional, Tapi Exxon ogah karena harga minyak lagi anjlok, lagipula kalau diproduksi bisa mempengaruhi harga minyak di dunia (turun) bisa mempengaruhi keuntungan Exxon secara global, karena bertambahnya supply. Buat Exxon, memiliki Cepu saja sudah meningkatkan harga sahamnya di bursa NewYork karena menjadi asset portofolionya.Buat Indonesia, nangis getih juga tidak bisa memaksa Exxon, pemerintah tinggal berharap kebaikan hati Exxon agar cepat-cepat memproduksinya agar Indonesia kebagian untung dari bagi hasilnya. Padahal Cepu itu adanya di Jawa Tengah di daerah Republik Indonesia. Dibutuhkan Pemerintahan Yang Berani Untuk Mengahiri Ketidak-Adilan Ini. Lebih Cepat Lebih Baik. Ini Sungguh Cerdik, padahal dia tidak bergelar Doktor seperti Rizal
--- On Thu, 5/28/09, halim hd <[email protected]> wrote: From: halim hd <[email protected]> Subject: Re: [Forum-Pembaca-KOMPAS] Boediono Memang Penganut Neoliberal? To: [email protected] Date: Thursday, May 28, 2009, 6:55 PM dan anda senang dengan 'cuci tangan'. plus lempar batu sembunyi tangan, hehehe. cobalah mikir ulang dan baca ulang apa yang anda lontarkan tentang kwiek misalnya. supaya diskusi kita jangan sampai melebar ke hal-hal lainnya.
