Sebaiknya anda fokus,saya membicarakan masalah ini secara umum,tidak spesifik di BUMN atau di mana pun.Buat apa saya memperdebatkan sesuatu yg belum jelas,cuma atas dasar dugaan dan imajinasi anda sendiri.Memang nya anda tahu ada partai menyusupkan agen nya ke BUMN dlm pilpres ini?
Sent from my BlackBerry® smartphone from Sinyal Bagus XL, Nyambung Teruuusss...! -----Original Message----- From: Adyanto Aditomo <[email protected]> Date: Sun, 31 May 2009 10:37:09 To: <[email protected]> Subject: Re: [Forum-Pembaca-KOMPAS] Awas Jendera Purn Penyusup Bung Atriza, Bahwa anda pada dasarnya sangat mendukung kalau ada partai yang membangun Tim Intelijen untuk memata - matai rakyat dengan memanfaatkan BUMN sebagai kendaraannya, ya itu soal anda. Menurut pendapat saya, sangatlah tidak etis memanfaatkan BUMN yang nota bene milik rakyat digunakan sepenuhnya untuk kepentingan partai, apalagi tujuannya untuk memata - matai rakyat. Partai manapun sebaiknya tidak boleh memanfaatkan BUMN untuk kepentingan pribadinya, kepentingan para pengurus partai, karena BUMN itu milik rakyat, bukan milik partai. Bahwa karena saya bukan orang penting sehingga tidak patut untuk mengeluh kalau dimata - matai, waduh, ya jangan melecehkan hak pribadi seseorang seperti itulah. Adalah hak saya kalau saya merasa tidak nyaman kalau dimata - matai untuk kepentingan apapun dan dengan alasan apapun. Saat jaman Orde Baru, saat saya masih mahasiswa dan sedang belajar bersama pernah beberapa kali digrebeg Aparat Keamanan karena dituduh sedang melakukan rapat gelap. Saat para petugas penggerebegan melihat yang tertulis di papan tulis dan buku - buku yang terserak di meja hanya berupa rumus - rumus tehnik, mereka batal menangkap kita yang masih mahasiswa. Mereka cuma mengingatkan bahwa masyarakat tidak boleh berkumpul lebih dari 5 orang tanpa ijin dari pihak yang berwajib, apapun alasannya. Ini semua terjadi karena disekitar kita banyak berkeliaran petugas intelijen yang selalu berupaya memata - matai kegiatan masyarakat. Akhirnya supaya tidak bolak balik digrebeg petugas, setiap kali belajar bersama, pintu depan kita buka lebar - lebar biar para petugas intelijen tahu kalau kita itu sedang belajar bersama, bukan sedang bikin rapat gelap. Para petugas intelijen itu memang akhirnya masuk dan saat melihat kita sedang belajar, mereka cuma bilang: ya teruskan saja belajarnya. Mereka akhirnya tidak memanggil Aparat Keamanan untuk melakukan penggerebekan. Menurut saya, itu kehidupan yang sangat tidak nyaman. Salam, Adyanto Aditomo ------------------------------------ ===================================================== Pojok Milis Komunitas Forum Pembaca KOMPAS [FPK] : 1.Milis Komunitas FPK dibuat dan diurus oleh pembaca setia KOMPAS 2.Topik bahasan disarankan bersumber dari http://epaper.kompas.com/ , http://kompas.com/ dan http://kompasiana.com/ 3.Moderator berhak memuat,menolak dan mengedit E-mail sebelum diteruskan ke anggota 4.Moderator E-mail: [email protected] [email protected] 5.Untuk bergabung: [email protected] KOMPAS LINTAS GENERASI ===================================================== Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/Forum-Pembaca-Kompas/ <*> Your email settings: Individual Email | Traditional <*> To change settings online go to: http://groups.yahoo.com/group/Forum-Pembaca-Kompas/join (Yahoo! ID required) <*> To change settings via email: mailto:[email protected] mailto:[email protected] <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [email protected] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/
