http://kesehatan.kompas.com/read/xml/2009/06/03/0316297/Apakah.Betul.Rokok.Tambah.Kas.Negara


JAKARTA, KOMPAS.com - Tidak benar jika ada opini yang mengatakan negara kita 
akan rugi jika pabrik rokok ditutup, karena menyumbang 50-54 triliun ke kas 
negara. "Memang pemasukannya segitu tetapi pengeluaran negara dan masyarakat 
karena rokok sebesar 5-7 kalinya," kata Ketua Komisi Nasional Pengendalian 
Tembakau Farid Anfasa Moeluk mengutip hasil studi Bapenas seusai Talkshow 
Klinik di Kedai Tempo Jakarta (2/6).

Dengan kata lain, lanjutnya, kita untung 50 triliun tapi rugi 250 triliun. 
"Masyarakat kita cenderung melihat persoalan per kasus, tidak general. 
Sehingga, yang kita lihat angka keuntungannya tapi kurang melihat kerugian," 
kata Farid Lalu ia menambahkan, yang termasuk pengeluaran negara dan masyarakat 
akibat rokok itu seperti biaya berobat, rumah sakit, anak tidak sekolah, dan 
pemakaman.

"Kenapa pemakaman? Ternyata, menurut Farid, 22 persen dari seluruh kematian di 
Indonesia disebabkan rokok. "Bentuk penyakitnya bisa serangan jantung, stroke, 
kanker paru, kanker payudaran atau kanker serviks," pungkas Farid.


ONE 

Kirim email ke