Mungkin salah nya karena tidak sejalan nya kepentingan pusat dan daerah.Paska reformasi (era otonomi daerah) tidak semua daerah memiliki kerangka berpikir yg sama.Daerah tidak berpikir secara komprehensif dalam melihat kebijakan pembangunan (mungkin yg di pusat jg demikian).Kepentingan nasional yg luas dan berdimensi jangka panjang mungkin dianggap tidak menguntungkan secara ekonomi,ekonomi hanya dilihat dalam angka.Padahal itu adalah investasi jangka panjang.Coba bayangkan kl penduduk kita sangat besar tp cuma sedikit yg berkualitas (baik karena faktor gizi atau pendidikan),merebak nya penyakit,pengangguran,kriminalitas,dll yang kemudian menjadi beban negara. Kita butuh pemimpin2 yg visioner,mampu melihat masalah secara komprehensif dan lintas sektoral.Cuma bisa omong pendidikan gratis,swasembada pangan,meningkatkan lapangan kerja,kesehatan murah, dll tapi tidak mampu melihat akar permasalahan... Wassalam...
Sent from my BlackBerry® smartphone from Sinyal Bagus XL, Nyambung Teruuusss...! -----Original Message----- From: Adyanto Aditomo <[email protected]> Date: Sun, 7 Jun 2009 12:49:44 To: <[email protected]> Subject: Re: [Forum-Pembaca-KOMPAS] Momentum Tersebunyi di Balik Sengketa Prita Mulyasari dan RS Omni Internasional. Itu kira - kira salahnya dimana ya??? Karena kewenangan untuk mengatur sebagian besar ada di DPR yang menterjemahkannya dalam bentuk Undang - Undang. Dalam UU tersebut ada pembagian kewenangan antara Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah. Kekacauan tentang masalah kualitas kesehatan masyarakat dan juga pertambahan penduduk yang cenderung tidak terkendali, terjadi karena banyak Pemerintah Daerah tidak terlalu memahami apa pentingnya Posyandu dan BKKBN, sehingga pelaksanaannya seperti pelaksanaan program Pemda lainnya: kalau berhasil ya syukur tapi kalau gagal ya tahun depan diperbaiki lagi. Pelaksanaannya tidak fokus seperti pada era Orde Baru. Untuk menyelesaikannya harusnya semua pihak yang terlibat, baik DPR, Pemerintah Pusat dan Daerah duduk bersama untuk menyelesaikan kasus ini bersama. Bila kita gagal mengendalikannya akan ada ledakan penduduk dalam jumlah yang "luar biasa besar" serta kondisi kesehatan ibu dan anak yang sangat buruk.. � Salam, Adyanto Aditomo
