Sumber :
http://pemudaindonesiabaru.blogspot.com/2009/06/menanti-presiden-peduli-pemuda.html
Pemuda/i merupakan generasi penerus bangsa yang nantinya akan menggantikan dan
melanjutkan perjalan bangsa ini menuju cita-cita nasional masyarakat adil dan
makmur. Mau tidak mau, suka tidak suka pemuda harus menerima tongkat estafet
kepemimpinan bangsa ini pada suatu saat.
Sebagai generasi penerus dan calon pemimpin bangsa ini, pemuda/i harulah
berkualitas dan berkarakter, sehingga ketika pada masa pergantian generasi itu
pemuda/i telah siap menggerakan bangsa ini dan mampu bersaing dalam era
globlisasi yang telah berada didepan mata.
Untuk menciptkan generasi penerus yang berkualitas dan berkarakter tentu
membutuhkan program yang berkelanjutan dan perhatian dari banyak pihak terutama
Good will dari pemerintah sebagai pengambil, penentu dan pelaksana kebijakan
kemana bangsa ini akan berjalan. Disamping itu Pemuda/i juga harus mau bekerja
sama dengan pemerintah supaya ada hubungan yang harmonis sehingga Proses
pembentukan generasi penerus yang berkualitas berjalan dengan dinamis dan
lancar.
Pembentukan pemuda/i yang berkualitas dan berkarakter sangat penting serta
perlu mendapat perhatian dari semua pihak, karena tanpa itu maka nasib bangsa
ini akan sangat memprihatinkan dan bisa dipastikan bangsa indonesia hanya akan
menjadi bangsa yang tidak diperhitungkan, Sekarang saja indikasinya telah kita
lihat bagaimana pandangan dan perlakuan negara-negara lain pada Indonesia
beberapa tahun belakangan ini.
Selama ini menurut Pengamatan pemuda Indonesia Baru, perhatian pemerintah untuk
kalangan pemuda/i sangat kurang dan bahkan sangat minim dibandingkan perhatian
pemerintah pada sektor lain. Demikian juga halnya dengan visi dan misi para
Capres yang betarung pada Pilpres 2009 kali ini. Visi misi para capres lebih
difokuskan kepada ekonomi. Hal ini Pemuda Indonesia Baru lihat dari berita dan
acara acara yang dikuti oleh para capres maupun Cawapres.Semuanya mengenai
ekonomi.
Bagaimana konsep Pembangunan para Capres tentang Pemuda/i terlupakan, dan
anehnya Pemuda/i tidak peduli terhadap hal itu. Hal ini mengindikasikan
Pemuda/i sendiripun tidak mau tau dengan Nasib mereka kedepan. Bagaimana nanti
bila tongkat estafet kepemimpinan itu berada ditangan mereka? Tentunya bisa
dibanyangkan betapa amburadulnya banga ini kedepan berada ditangan pemimpin
yang nasibnya sendiripun dia tidak peduli.
Suka tidak suka, mau tidak mau, Bangsa indonesia sat ini mengalami Krisis
generasi Pemimpin. Buktinya Pada perheletan Pilpres 2009 ini peran pemuda tidak
lebih hanya sebagai pemandu sorak untuk para capres.
Hal ini bukan kesalahan pemuda/i sepenuhnya, kondisi ini terjadi karena
Pemuda/i selama ini tidak dibentuk menjadi pemuda yang berkualitas dan
berkarakter. Pemuda/i hanya disuguhkan Hedonisme dan Pragmatisme, contoh-contoh
yang buruk korupsi, persaingan politisi, tidak adanya filternisasi pengaruh
dunia barat, acara-acara televisi yang hanya mendidik pemuda/i menjadi seoarang
PLAY BOY dan PLAY GIRL.Ironis memang tapi itulah kenyataan. Situasi dan Kondisi
seperti ini harus mendapat perhatian khusus sehingga generasi penerus jangan
sampai lebih dalam terjerumus.
Untuk itu kepada para Capres dan Cawapres yang nantinya akan menjadi Pemimpin
bangsa ini agar lebih memperhatikan pembangunan pemuda/i sebagai generasi
penerus bangsa. Dan kepada Pemuda/i Indonesia jangan hanya menunggu, bangun,
benahi diri kita dan bersatulah menuju Indonesia Baru. Hidup Pemuda
Indonesia..!!!
Cepat, Bebas Iklan, Kapasitas Tanpa Batas - Dengan Yahoo! Mail Anda bisa
mendapatkan semuanya. http://id.mail.yahoo.com
[Non-text portions of this message have been removed]