LSI mengasumsi bahwa survei mengambil sampel data 60% responden yang katanya  
adalah lulusan SD. Jadi dengan asumsi pemilih mayoritas berpendidikan SD maka 
LSI dengan gampangnya menempatkan SBY Boediono posisi teratas dengan persentase 
suara 71%. Jika data BPS mengasumsikan kondisi SDM Indonesia 60 persen lulusan 
SD, berarti ini soal kegagalan SBY Boediono soal pendidikan wajib 9 tahun. 
Artinya  SBY Boediono telah gagal total dalam kualitas pendidikan SDM bangsa.  

http://id.news.yahoo.com/kmps/20090608/tpl-lri-sampel-survei-dekati-data-bps-pe-81d2141.html

LRI mengambil sampel dari lulusan SD sebanyak 31,35 persen, SMP 20,18 persen 
dan SMA 23,33 persen. Padahal data BPS menyebutkan, 60 persen penduduk 
Indonesia adalah lulusan SD, 4 persen SMP dan 18 persen SMA .



--- In [email protected], lilianto apriadi <ramt...@...> 
wrote:
>
> Jadi, Anda membuka kedok sendiri bahwa  Anda tamatan SD?
> 
> sol
> 
> 
> 
> --- On Fri, 6/12/09, bungaran <[email protected]> wrote:
> 
> From: bungaran <[email protected]>
> Subject: [Forum-Pembaca-KOMPAS] Re: Si Butet di acara Deklarasi Kampanye  
> Damai
> To: [email protected]
> Date: Friday, June 12, 2009, 2:26 PM
> 
> 
> 
> 
>       Monolog Butet secara struktural telah menghancurkan citra SBY yang 
> telah dicitrakan lewat Fox Indonesia.
> 
> Rakyat yang kata Pak Adyanto 60%nya masih berpendidikan SD akan dengan 
> mudahnya menyerap informasi yang disampaikan sebagai komunikasi politik.
> 
> Dalam marketing poltik, monolog Butet sangat efektif untuk menghancurkan 
> citra SBY apalagi monolog itu telah dikonsumsi untuk masyarakat lua.
> 
> Masalah jilbab yang kata petinggi PKS cuma selembar kain juga akan 
> menghancurkan citra SBY.
> 
> Masyarakat Indonesia yang masih berpendidikan SD menganggap masalah ini 
> menjadi masalah besar.
> 
> Citra SBY telah dihancurkan oleh tim suksesnya sendiri.
> 
> 
> 
> Jadi jangan bermimpi, untuk pilpres satu putaran.
> 
> 
> 
> Bukan mustahil SBY akan terjungkal pada putaran pertama.
> 
> Kenapa Malaysia memprovokasi kita soal Ambalat saat pilpres, karena 
> berdasarkan asumsi mereka kemungkinan SBY akan mengalami kekalahan sehingga 
> SBY diajak untuk berdiplomasi secepatnya sebelum pemilihan presiden berakhir.
> 
> 
> 
> Provokasi malaysia di Ambalat menjelang pilpres sebenarnya ditujukan kepada 
> Prabowo dan Wiranto, untuk mengetahui persepsi wiranto dan prabowo dalam 
> masalah ambalat.
> 
> 
> 
> Mau koalisi 1000 partaipun tidak akan efektif untuk memenangkan SBY karena 
> pemilih tidak tunduk dengan keputusan partai untuk berkoalisi.
>


Kirim email ke