http://nasional.kompas.com/read/xml/2009/06/13/00171997/KSAU.Saya.yang.Bertanggung.Jawab


JAKARTA, KOMPAS.com- Kepala Staf TNI Angkatan Udara (KSAU) Marsekal TNI 
Subandrio menyatakan bertanggung jawab atas kecelakaan yang menimpa helikopter 
Puma di Pangkalan Udara Atang Sendjaya, Bogor, Jumat (12/6) siang.

"Sebagai kepala staf dan pribadi saya menyampaikan permohonan maaf atas 
kecelakaan tersebut, dan saya sudah menyiapkan beberapa langkah menindaklanjuti 
kecelakaan tersebut," katanya, dalam jumpa wartawan di Mabes TNI AU Cilangkap, 
Jakarta, Jumat (12/6) malam.

"Langkah-langkah tersebut adalah menjamin perawatan seluruh korban baik yang 
luka-luka maupun meninggal dunia, menyelesaikan seluruh proses evakuasi 
helikopter dan membentuk tim investigasi," ujar Subandrio.

Ia menyatakan, jika dirinya mundur sebagai Kepala Staf TNI Angkatan Udara, 
artinya sama dengan melepas tanggung jawab begitu saja kepada penerusnya.  
"Tidak seperti itu... saya akan tetap menjalankan amanah sebagai KSAU, 
melaporkan kejadian ini kepada pimpinan, dan saya serahkan pada beliau 
(Panglima TNI)," katanya.

KSAU menjelaskan, helikopter Puma bernomor registrasi HT 3306 jatuh karena 
terjadi kerusakan pada sistem kontrol dan auto pilot setelah menjalani 
perawatan dan tes kelaikan sebanyak satu kali.

"Pada putaran pertama uji terbang berjalan baik namun ketikan dilakukan uji 
terbang kedua helikopter mengalami kerusakan pada auto pilot dan sistem 
kontrol," ujarnya.  Kondisi helikopter buatan Prancis tersebut, kini dalam 
keadaan rusak berat. 

Kecelakaan itu mengakibatkan empat orang meninggal dunia yakni pilot Mayor Pnb 
Sobic Fanini, Ko-pilot Lettu Pnb Wisnu, Juru Mesin Udara Serka Catur dan Sertu 
Dodi H.

"Kepada seluruh kelurgaa korban, saya atas nama pribadi dan sebagai Kepala Staf 
Angkatan Udara menyampaikan duka cita mendalam dan kepada almarhum semoga 
diberikan tempat yang layak di sisi-nya," katanya. 


MSH 
Sumber : Ant

Kirim email ke