Dulu ada guyonan kalau Australia atau Malaysia perang dengan Indonesia
tidak perlu musuh repot-repot nembaki pesawat tempur Indonesia. Sebab
dalam beberapa jam terbang saja akhirnya pesawat TNI jatuh sendiri.
Sekarang rentetan kecelakaan itu semakin mengaburkan perbedaan antara
guyonan dengan realitas.

Jangan langsung lompat kepada kesimpulan bahwa dana militer harus
ditingkatkan sekian kali lipat. Karena berapapun dananya kalau TNI
tidak pulang kebarak-barak gara-gara elit militernya hanya sibuk
bermain peta politik di senatan dan Istana negara maka biaya sebesar
apapun tidak akan optimum. Jaman pak Harto kalau jujur ada audit sudah
berapa besar dana yang dikucurkan untuk militer demi menjaga apa yang
sering diisukan sebagai untuk menjaga "kestabilan". Ini belum termasuk
dana operasional yang mengalir deras untuk ongkos menjaga wilayah
konflik. Apalagi kalau dihitung dengan jatah-jatah empuk kursi jabatan
sipil yang berhasil dipegang militer. Sekarang makin kelihatan senjata
militer makin keropos tapi mantan militer malah makin makin mampu
mendanai biaya pemilihan kepala daerah dan kepala negara dari kocek
bisnisnya sendiri. Memang bisa saja itu suatu kebetulan dua peristiwa
yang tidak ada kaitan. Tapi pointnya adalah TNI dan keluarga besarnya
harus lebih introspeksi diri melihat kejadian ini sebab masyarakat
semakin melek keadaan.
Saya masih percaya banyak keluarga TNI yang masih memegang sumpah prajuritnya.
SH



On 6/13/09, Adyanto Aditomo <[email protected]> wrote:
> Waduh, Helikopter Militer jatuh lagi.
> Sudah begitu buruknya kah kondisi peralatan tempur TNI???
>
> salam,
>
> Adyanto Aditomo


------------------------------------

=====================================================
Pojok Milis Komunitas Forum Pembaca KOMPAS [FPK] :

1.Milis Komunitas FPK dibuat dan diurus oleh pembaca setia KOMPAS

2.Topik bahasan disarankan bersumber dari http://epaper.kompas.com/ , 
http://kompas.com/ dan http://kompasiana.com/

3.Moderator berhak memuat,menolak dan mengedit E-mail sebelum diteruskan ke 
anggota

4.Moderator E-mail: [email protected] [email protected]

5.Untuk bergabung: [email protected]

KOMPAS LINTAS GENERASI
=====================================================
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/Forum-Pembaca-Kompas/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/Forum-Pembaca-Kompas/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    mailto:[email protected] 
    mailto:[email protected]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [email protected]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/

Kirim email ke