Banyak orang yang berpendidikan tinggi, tetapi melacurkan diri menjadi kacung politik orang tertentu. Menjadi jelas, studi di luar negeri tidak menjadi jaminan bahwa mereka menjadi orang yang rasional dan antirasis.
Alex --- On Thu, 7/2/09, hisban72 <[email protected]> wrote: From: hisban72 <[email protected]> Subject: [Forum-Pembaca-KOMPAS] ISU RAS To: [email protected] Date: Thursday, July 2, 2009, 11:39 PM Masalah Rasa di negeri tercinta ini sejati harus udah tiada, khan kita udah ada sumpahpemuda 1928, bhineka tunggal ika, pancasila, dan uud 1945-- tapi karena dalih untuk memenangkan calonnya seorang Doktor mengorban substansi demokrasi yang sesungguh---lulusan amrik? emang bs dipahami politik yang sejatinya mulia dinodai oleh keberpihakan yang mengorbankan kepentingan rakyat...sungguh sedih... tim sukses itu----sama aja mau pendidikan s3, s2, s1, sma, sd, smp, tukang becak dan lain2 sama..gak beda bicaranya pasti bagusin kandidatenya... TAPI INGGAAAAT JANGAN MERUSAK ...MERAH PUTIH, BHINEKA TUNGGAL IKA, SUMPAH PEMUDA, PANCASILA, UUD1945...NKRI TIDAKĀ RIDHO.....
