TPS di kota2 besar yang banyak orang intelektualnya SBY juga unggul,dalam
menilai sikap atau pilihan jangan hanya menilai intelektualitas seseorang tapi
juga kultur nya. Bukan berarti orang yg di pedesaan itu bodoh.Banyak orang
sukses asal nya juga dari desa.Sebab informasi tak terbatas dari yg sifatnya
sampah sampai berkualitas juga sudah sampai ke desa. Kalau lantas mereka tidak
ikut gonjang ganjing politik dan cuma berpikir asal hidup lebih sejahtera yg
mereka pilih itu menurut saya pilihan yg cerdas....
Masyarakat sudah menetapkan pilihan dari jauh2 hari sebelum
kampanye,bahkan debat capres kagak ngepek sama sekali...gak ngaruh...
TZ
------Original Message------
From: Umbu Rey
Sender: Forum Kompas
To: Forum Kompas
ReplyTo: Forum Kompas
Subject: Re: [Forum-Pembaca-KOMPAS] SBY... ADUH...KOK GINI?
Sent: 20 Jul 2009 10:23
Inilah demokrasi ala Indonesia. Cara terbaik untuk memenangi pilpres, ya
dengan jalan menggunakan perasaan rakyat. SBY kira-kira sedang menjalankan
taktik yang terbukti ampuh yaitu mencari simpati dan belas kasih rakyat dengan
"pura-pura" telah teraniaya. Kalau sudah begini, rakyat mah kagak pikir lagi
soal politik sebab dia memang gak ngerti politik. Memang, sepuluh persen rakyat
intelektual ada di perkotaan, mereka menganalisa pidato SBY. Nah yang 90 persen
di perdesaan dan perkampungan itu kan langsung jatuh hati sama SBY sebab
orang Indonesia ini tepo slironya kepada orang yang sedang teraniaya sangat
tinggi. Sudah terbukti, kan? Waktu kampanye SBY bilang, " Saya diserang dengan
ilmu sihir!" Bagi kaum intelektual, pernyataan SBY itu ngawur, tetapi rakyat
justru simpatik dan jatuh hati pada orang yang dianggapnya teraniaya. Menanglah
SBY, karena figurnya sudah telanjur disayang. Di TPS-TPS ketika penghitungan
suara dilakukan, kaum perempuan dan ibu-ibu bersorak sorai ketika SBY
mengungguli Mega dan JK. Sekarang ini, dua lawannya --terutama kubu Mega-Pro--
belum mengakui kemenangan SBY meskipun presiden bertahan (incumbent) itu menang
satu putaran menurut versi hitung cepat (quick count). Kan KPU juga belum
mengumumkan pemenang secara resmi. Konon, Kubu Mega-Prabowo sedang mengirimkan
utusan untuk menyelidiki dan mengumpulkan data-data kecurangan di
kantong-kantong kecamatan. Dan kalau bukti-bukti kecurangan itu ternyata ada,
Mahkamah Konstitusi (MK) akan membatalkan kemenangan SBY-Boediono dan pilpres
akan masuk putaran kedua. Kabarnya, inilah yang ditakuti oleh SBY, dan karena
itu digunakanlah kesempatan atau peristiwa pengeboman Hotel Marriott dan Ritz
Carlton untuk menarik simpati rakyat. Pidato SBY soal pengeboman itu memang
konyol bagi kaum intelek yang ada di kota, tetapi rakyat di kampung, desa dan
dusun berkata lain, "Wah, kasihan ya Pak SBY dianiaya lagi." Misalkan ternyata
ada pilpres putaran kedua, saya yakin SBY menang lagi. Tampaknya, rakyat
Indonesia belum sampai waktunya untuk berdemokrasi dengan daya intelektualitas
memadai. Pas seperti kata Andi Mallarangeng waktu kampanye di Makassar, bahwa
orang Sulawesi itu (saja) belum waktunya jadi presiden. Rakyat Indonesia yang
sekarang ini mah tahunya dagang sama tani doang, cari makan dan kawin, ya
sudah. Soal negara mah bukan urusan dia. Karena itu, biarkan sajalah Pak SBY
itu jadi presiden, biarkan dia berjuang untuk mendidik rakyat dengan sekolah
gratis. Tuntut program kampanyenya supaya terwujud. Nanti, kalau rakyat sudah
pintar, taktik SBY pun akan basi. Menurut saya mah, gitu saja.
Umbu
------------------------------------
=====================================================
Pojok Milis Komunitas Forum Pembaca KOMPAS [FPK] :
1.Milis Komunitas FPK dibuat dan diurus oleh pembaca setia KOMPAS
2.Topik bahasan disarankan bersumber dari http://koran.kompas.com/ ,
http://kompas.com/ dan http://kompasiana.com/
3.Moderator berhak memuat,menolak dan mengedit E-mail sebelum diteruskan ke
anggota
4.Moderator E-mail: [email protected] [email protected]
5.Untuk bergabung: [email protected]
KOMPAS LINTAS GENERASI
=====================================================
Yahoo! Groups Links
<*> To visit your group on the web, go to:
http://groups.yahoo.com/group/Forum-Pembaca-Kompas/
<*> Your email settings:
Individual Email | Traditional
<*> To change settings online go to:
http://groups.yahoo.com/group/Forum-Pembaca-Kompas/join
(Yahoo! ID required)
<*> To change settings via email:
mailto:[email protected]
mailto:[email protected]
<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
[email protected]
<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
http://docs.yahoo.com/info/terms/