http://entertainment.kompas.com/read/xml/2009/07/23/e214915/Ratna.Sarumpaet.Minta.Ibunda.Manohara.Dicekal


JAKARTA, KOMPAS.com — Ratna Sarumpaet, pimpinan Ratna Sarumpaet Crisis Centre 
(RSCC), yang terlibat pendampingan terhadap Saleha Lanti (25), mantan pembantu 
Daisy Fajarina, meminta pihak imigrasi untuk mencekal ibunda Manohara Odelia 
Pinot.

"Kami ingin Daisy menjalani hukuman yang telah diputuskan pengadilan Perancis 
atas tindakannya melakukan tindakan kekerasan terhadap Leha dan membayar gaji 
yang tidak dibayarkan selama sembilan tahun," kata Ratna kepada pers di Jakarta 
Selatan, Kamis (23/7).

Menurut Ratna, Daisy seharusnya mempertanggungjawabkan apa yang telah 
diperbuatnya sesuai keputusan pengadilan Perancis yang telah menjatuhi hukuman 
selama 18 bulan.

Saleha Lanti (25), warga Kabupaten Enrekang, Sulawesi Selatan, yang telah 
bekerja di rumah Daisy, di Perancis, sejak berumur 14 tahun, mengaku kerap 
diperlakukan kasar oleh Daisy, bila pekerjaan yang dilakukannya tak sesuai 
dengan keinginan Daisy. "Saya bahkan pernah diancam ditusuk dengan pisau," 
kenangnya.   

Tindakan kekerasan yang dialami Leha, puncaknya terjadi pada 27 Maret 2007, 
ketika Leha mengalami pelecehan seksual yang dilakukan oleh suami Daisy, yang 
berkewarganegaraan Perancis, Reiner Pinot Noack. 

Akibat perbuatan tersebut, Pinot telah dijatuhi hukuman, sementara Daisy 
disebut-sebut memilih kabur ke Indonesia.  

Kamis (23/7), pihak kuasa hukum Leha telah melaporkan Daisy ke Mabes Polri 
terkait masalah tersebut. "Selain meminta Daisy mempertanggungjawabkan 
perbuatannya, kita juga menuntut upah Leha yang sembilan tahun tak dibayarkan 
dengan nilai 15.000 euro dan 1.000 euro sebagai ganti rugi buat Leha," kata 
Fredrik Pinakunari, satu dari sembilan kuasa hukum yang mendampingi Leha.

Sementara itu, Daisy sempat dihubungi lewat telepon, tetapi tidak diangkat. (EH)

Kirim email ke