Sekedar komen (pertanyaan) mas: Mengapa TIDAK ADA SATU PIHAKPUN yang  mengaku 
bertanggung-jawab (menunjukkan jati dirinya) atas tindakannya meledakan bom-bom 
di Indonesia ?
Padahal di luar negri, pelaku / organisasi pelaku pengeboman, berani menyatakan 
bila tindakan itu memang ia lakukan.
Terimakasih.



--- Pada Jum, 24/7/09, rifky pradana <[email protected]> menulis:

Dari: rifky pradana <[email protected]>
Judul: [Forum-Pembaca-KOMPAS] Bom 'Anti USA' Terkait SBY ? .





                  Tabir motifnya mulai

sedikit tersibak, walau misteri identitasnya sang eksekutor belum terkuak. Anti

Amerika Serikat, mungkin itulah sementara waktu ini yang bisa kita

simpulkan mengenai pesan dan kesan yang ingin disampaikan oleh yang punya 
gawedi peristiwa Bom Mariot Carlton 17

Juli 2009.



Mengapa bisa

disimpulkan pesannya adalah ‘Anti Amerika Serikat dan Sekutunya’,

padahal sang eksekutornya belum teridentifikasi ?.



Kesimpulan itu

didapatkan dengan menganalisa kejadian saat ini (the present), yang

dihubungkan dengan telisik kejadian yang pernah terjadi di masa lalu (the

past).



Dimana peristiwa bom

yang pernah terjadi sebelum Bom Mariot Carlton 2009 ini

berturut-turut adalah bom yang meledak di restoran Bali tahun 2005, dan di

Kedubes Australia tahun 2004, serta di hotel JW Marriott tahun 2003. Ketiga

lokasi itu mempunyai pola yang sama, bom

kamikaze, motifnya berkaitan dengan politik, pesannya bernuansa Anti Amerika 
Serikat.



Analisa dengan

kesimpulan yang menyerupai analisa tersebut diatas, ada artikel yang ditulis

oleh mantan Penasihat Inteljennya Menteri

Pertahanan Republik Indonesia, yang dapat dibaca dengan mengklik disini.



Selain itu, kesamaan

motif itu juga dinyatakan pula oleh sejumlah 5 orang personil Jaksa dari

Kejaksaan Agung yang diperbantukan ke Densus 88 Antiteror. Para jaksa itu 
ternyata

juga menemukan kesamaan antara peledakan bom di hotel JW Marriott dan hotel

Ritz-Carlton pada 17 Juli 2009 dengan peledakan bom sebelumnya, bom di hotel JW

Marriot yang terjadi pada tahun 2003.



Berita tentang

persamaan bom Marriot Carlton 2009 dengan bom Marriot 2003 itu dapat dibaca

dengan mengklik disini .



Kesimpulan bahwa bom

itu membawa pesan ‘Anti Amerika Serikat’ itu menjadi semakin kuat jika

dihubungkan dengan kemungkinan target korban yang ingin disasar oleh bom itu.



Analisa yang

menelisik dugaan kuat bahwa target bom Marriot Carlton 2009 ini adalah para 
petinggi Perusahaan Asingdi Indonesia

yang terafiliasi dengan kepentingannya Amerika

Serikatitu dapat dibaca dengan mengklik disini, Sedangkan paparan singkat

perihal profilkorbantarget bomnya dapat dibaca dengan mengklik disini.



Namun yang menjadi

pertanyaan lanjutannya adalah –jika diterjemahkan dari pidatonya Presiden-

adakah kaitan apakah bom ini dengan hasil Pilpres 2009 ?.

Pidato Presiden yang

mengkaitkan bom Marriot Carlton dengan Hasil Pilpres 2009, dapat dibaca dengan

mengklik disini.



Jika demikian halnya,

maka bukan hal yang tidak mungkin jika bom yang membawa pesan ‘Anti Amerika

Serikat’ ini memang berkaitan dengan Hasil Pilpres 2009. Dalam arti kata, 
sangat mungkin perancang bom Anti Amerika Serikat ini

merupakan unjuk rasa yang memprotes

atas hasil Pilpres 2009.



Memprotes HasilPilpres- nya ?.



Bisa jadi bukan

secara harfiahnya begitu, karena jika yang diprotes adalah Hasil Pilpres-nya,

maka lebih tepat jika bom itu diledakkan di kantor KPU, bukan di hotel JW

Marriot atau hotel Ritz Carlton. Rasanya juga bukan ditujukan untuk memprotes

atas figur yang terpilih di Pilpres 2009 ini. Karena jika itu yang dimaksudkan,

tentunya akan diledakkannya di lokasi yang berdekatan dengan Istana Negara.



Terus apa maksud protesnyaterhadap Hasil Pilpres

2009 itu apa ?.



Mungkin lebih tepat

jika diduga bahwa yang dimaksudkan sebagai protes (atau dalam bahasa lain

sebagai pesan peringatan) terhadap hasil Pilpres 2009 itu adalah agar

siapapun juga yang terpilih di Pilpres 2009 ini tidak terlampau mengutamakan 
kepentingannya Amerika Serikatdalam

berbagai kebijakan pemerintahannya.



Lalu, jika pada saat

ini menurut opini yang berkembang di masyarakat bahwa Pilpres telah dimenangkan

dalam satu putaran saja oleh pak SBY, maka apakah berarti pesanitu 
ditujukanuntuk

oleh pak SBY ?.



Jika logika

analisanya begitu, maka memang sangat bisa jadi begitu. Lalu, apakah kalau

begitu para teroris itu mempunyai persepsibahwa pak SBY mempunyai 
kecondonganlebih mengutamakan kepentingannya Amerika Serikat ?.



Kita tentu tak dapat

memastikan begitu, karena yang paling tahu tentu para terorisnya itu sendiri..

Bisajadi juga tidak mutlak begitu.



Mengingat hari

peledakannya dilakukan setelah hari pencontrengan, namun sebelum KPU secara

definitif menentukan siapa figur yang terpilih di Pilpres 2009 ini secara resmi

dan hasil final perhitungannya. Sedangkan perencanaan operasi serangan bom 
kamikazeini tentu

membutuhkan waktu yang tidak singkat. Tentunya direncanakan sebelum tahusiapa 
yang bakal

memenangkan Pilpres ini.



Maka mungkin lebih

tepat jika diduga pesan itu ditujukan kepada siapa saja figur yang terpilih di

Pilpres 2009. Pesan bom ‘Anti

Amerika Serikat’ itu ditujukan kepada siapa saja figur yang terpilih di

Pilpres 2009 ini, agar yang terpilih itu didalam memimpin jalannya

pemerintahan, tidak terlampau mengutamakan kepentingannya Amerika Serikat.



Bisa jadi begitu,

tapi tentunya kembali kita tak dapat memastikannya dengan pasti, karena tentu

bukan kita yang merancang dan meletakkan bom itu di hotel JW Marriot dan hotel

Ritz carlton.



Walau mungkin ada

diantara kita yang tidak setujudengan kebijakan pemerintahan yang terlampau 
mengutamakan kepentingannya

Amerika Serikat, namun bukan berarti yang tidak setuju itu termasuk kategori 
terorisyang suka meledakkan

bom.



Memang di waktu dulu,

pernah terjadi di Amerika Serikat disana, jika ada pihak-pihak yang tidak 
setujudengan garis kebijakannya

Presiden Bush, maka dengan serta merta akan distigmasebagai teroris.



Tentunya di negara

kita, Indonesia itu bukan berarti dimasa yang akan datang ini akan mengadopsi

kebijakan yang serupa dengan Presiden Bush yang men-teroris- kan siapa saja 
yang tidak

setujudengan garis kebijakannya ?.



Wallahualambishshaw ab.



Catatan Kaki :

        * Artikel perihal seluk

beluk aroma dan nuansa Amerika Serikat, dapat dibaca dengan mengklik disini dan 
disiniserta disini dan disini .

        * Artikel ini juga dapat dibaca di Kompasiana dengan

judul “Bom Anti Amerika, Mengapa Terkait

dengan SBY ?“ yang dapat dibaca dengan mengklik disini.  [http://public. 
kompasiana. com/2009/ 07/24/bom- anti-amerika- mengapa-terkait- dengan-sby/]

        * Artikel ini juga dapat dibaca di Politikana

 dengan judul “Bom Anti Amerika, Terkait SBY ?“ yang dapat dibaca dengan

mengklik disini.  [http://politikana. com/baca/ 2009/07/24/ bom-anti- 
amerika-terkait- sby.html]


Kirim email ke