Selamat jalan, Pak Omar Dhani. Semoga arwahnya diterima kembali disisi Tuhan 
YME, dan diampunkan segala dosa-dosanya.
 
Pembunuhan karakter memang dimuali sejak Orde Baru mulai menjalankan 
pemerintahan. 
manusia-manusia yang pandai dan berjuang membela tanah air, semakin langka 
untuk negara Indonesia ini.
 
Salam,
Yuli

--- On Fri, 7/24/09, Agus Hamonangan <[email protected]> wrote:


From: Agus Hamonangan <[email protected]>
Subject: [Forum-Pembaca-KOMPAS] Omar Dhani Wafat
To: [email protected]
Date: Friday, July 24, 2009, 5:23 AM


  



http://nasional. kompas.com/ read/xml/ 2009/07/24/ 14441332/ Omar.Dhani. Wafat

JAKARTA, KOMPAS.com — Marsekal (Purn) Omar Dhani, mantan Panglima Angkatan 
Udara di era Presiden Soekarno (1962-1965), Jumat (24/7) siang ini pukul 14.05 
WIB, meninggal dunia di Rumah Sakit Pusat Angkatan Udara dr Esnawan Antariksa, 
Halim Perdanakusuma, Jakarta.

Berdasarkan keterangan yang diberikan mantan Kepala Staf TNI Angkatan Udara 
Marsekal (Purn) Chappy Hakim, yang dihubungi siang ini, tokoh yang lahir di 
Solo, 23 Januari 1924, itu akan disemayamkan di rumah salah satu putranya, di 
Jalan Samali Ujung, Pejaten, Jakarta Selatan.

"Beliau meninggal karena komplikasi penyakit paru-paru, itu yang parah. Ia 
sudah dirawat sejak seminggu terakhir. Belum tahu kapan akan dimakamkan, 
mungkin besok. Rencananya jenazah akan dimakamkan di TPU Jeruk Purut," kata 
Chappy.

Nama Omar Dhani mencuat dalam kasus pemberontakan G30S/PKI. Ia diadili dalam 
Sidang Mahkamah Militer Luar Biasa (Mahmilub) dan divonis hukuman mati pada 
bulan Desember 1966. Namun setelah itu, bersama dengan Soebandrio, ia mendapat 
grasi yang dikeluarkan pada 2 Juni 1995. Akhirnya, suami dari Sri Wuryanti ini 
dapat menghirup udara bebas pada 15 Agustus 1995.

Sebelum menduduki jabatan puncak di TNI Angkatan Udara, Omar Dhani pernah 
meniti karir sebagai penyiar bahasa Inggris di Kementerian Penerangan dan RRI 
Jakarta sejak tahun 1946 hingga 1947.

Ayah lima anak ini mengawali pendidikan di Hollandsch Inlandsche School (HIS) 
Klaten, Jawa Tengah tahun 1937. Kemudian di Meer Uitgebreid Lager Onderwijs 
(MULO) Kristen, Solo tahun 1940. Di tahun 1942, Omar masuk Algemeene Middlebare 
School (AMS) B di Yogyakarta.

Di tahun 1946, ia duduk di bangku Sekolah Menengah Teknologi (SMT). Kemudian 
TALOA Academy of Aeronautics, Bakersfiels, California tahun 1952 dan RAF Staff 
College, Andover, Inggris tahun 1957.

















      

[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke