klo memang benar seperti ini jadinya. berarti bener juga beberapa analis penulis 'gaek' di media2. bahwa demokrasi di indonesia ini filosofinya adalah 'kekeluargaan'. segala jenis masalah bisa dibikin solusi tunggal tanpa disenting opinion. semua pihak rela meluruhkan diri utk kepentingan yg 'lebih besar'. dinamika berintensitas tinggi seperti sekarang ini tdk cocok katanya. bahkan uud hasil amandemen dinilai juga hal yg kebablasan. ada dorongan kuat utk kembali ke uud 45 awal. oleh karena itu, jika memang seperti ini jadinya. dng isak tangis, mari kita ucapkan ; selamat datang kembali orde baru. selamat datang reinkarnasi suharto. selamat datang kembali jaman kegelapan. yg tenang, damai, dan..........seraaaaaam.
----- Original Message ----- From: Nanang Heriyanto To: [email protected] ; Forum Kompas Sent: Wednesday, August 05, 2009 11:20 PM Subject: [Forum-Pembaca-KOMPAS] Re: Akhirnya Pimpinan Tertinggi PDIP menyerah kepada kebenaran di web Ada rangkaian tulisan seperti ini, bagaimana pendapat anda? Mohon pencerahan tks _____________________ Dari: putra wardana <[email protected]> Judul: Akhirnya Pimpinan Tertinggi PDIP menyerah kepada kebenaran [email protected] Tanggal: Rabu, 5 Agustus, 2009, 10:11 PM Jawa Pos 4 Juli 2009: Taufik Kiemas menyatakan bahwa SBY pro rakyat pernyataan ini merupakan rangkaian dari silahturahmi politik yang dilakukan oleh petinggi PDIP dengan Presiden pilihan rakyat Indonesia.. akhirnya bergulir info bahwa dimungkinkan PDIP kedepan bisa menjadi mitra koalisi, maka pemerintahan akan kuat dan pembangunan akan berjalan lancar... maka hal ini juga disambut positif oleh Presiden SBY bahwa kemungkinan keterlibatan PDIP dalam kabinet mendatang.. Untuk itu perlu disambut baik oleh semua pihak, dan aspirasi yang disodorkan, yakni masuknya Puan Maharani dan Pramono Anung sebagai anggota kabinet periode 2009-2014 untuk ikut menjalankan pembangunan berkelanjutan. . Apalagi.. mereka berdua adalah calon pemimpin PDIP mendatang Mungkin dengan adanya tudingan bahwa Puan maharani masih terlalu muda sebagai pucuk pimpinan PDIP, hal itu tidak masalah. karena bisa setelah era Megawati, Puan bisa membantu Pramono Anung yang lebih senior dahulu, dan baru pada periode selanjutnya baru muncul sebagai pucuk pimpinan. Ini positif bagi PDIP agar tidak dituding sebagai Partai yang hanya dimanfaatkan oleh keluarga BK (Bung Karno) yang membonceng kebesaran PDIP, dan terbukti 3 periode pemilu suaranya terus menyusut. Dengan pembaharuan dari intelektual kampus ITB sebagai kampus tempat BK belajar dulu, ada harapan bahwa pemilu selanjutnya ada peningkatan suara, karena merubah diri sebagai partai yang lebih modern dan berpikir maju Untuk itu disampaikan salut kepada Bapak Taufik Kiemas.. Pernyataan ini bukan pernyataan orang kalah.. Karena Beliau hanya menyerah pada kebenaran... karena lebih cinta pada tanah air dan ingin berpartisipasi dalam pembangunan Maka sangat disayangkan bahwa sebagian petinggi PDIP yang memang merupakan orang2 ortodoks.. yang masih main2 dengan gugat menggugat ke Mahkamaha Konstitusi.. ini namanya tidak mau melihat pada kebenaran... tidak mau di Indonesia ada pembangunan berkelanjutan salam Arda N PutrawardanaHP: 08155021064
