Begitulah saat pemerintah menjadi teroris bagi rakyatnya sendiri.

Salam,
TS


-----Original Message-----
From: [email protected]
[mailto:[email protected]] On Behalf Of taufikrizal 
Sent: Monday, August 10, 2009 2:32 PM
To: [email protected] 
Subject: [Forum-Pembaca-KOMPAS] RE: Teroris Ditangkap, Lapindo Dibebaskan!

Dear all,
Sedih membaca tulisan di bawah ini, tapi yang salah siapa ya?
Ahli-ahli geologi mengatakan kesalahan pengeboran, tetapi kenyataannya
rakyat sekitar lumpur lapindo mayoritas memilih no. 2, iya toh?
Salam,

-----Original Message-----
From: "firdaus cahyadi" <[email protected]>
To: "forum pembaca" <[email protected]>
Teroris Ditangkap, Lapindo Dibebaskan!

Teroris Ditangkap, Lapindo Dibebaskan!
Sumber :http://public.kompasiana.com/?p=38558


Menteri Sekretaris Negara Hatta Radjasa seperti ditulis Kantor
Berita Antara dalam websitenya (7/8) menegaskan, segala penyelidikan
terhadap penyebab semburan lumpur yang tadinya diduga karena kelalaian
manusia harus dihentikan. Polda Jawa Timur pun telah menghentikan
proses pidana kasus Lapindo.

Di sisi lain, media massa menayangkan pemberitaan soal penangkapan
teroris di Temanggung, Jawa Tengah dan di Bekasi, Jawa Barat. Nampak
sekali bahwa pemerintah begitu serius memberantas teroris di negeri ini.

Sebaliknya, bila kita melihat penghentian kasus pidana Lapindo oleh
Polda Jawa Timur, maka kita akan dengan mudah mengatakan bahwa
pemerintah tidak pernah serius mengusut dugaan adanya kejahatan di
balik semburan lumpur Lapindo.

Mengapa demikian? Bukti-bukti bahwa semburan lumpur di Sidoarjo
terkait dengan pengeboran telah berserakan di mana-mana. Pendapat
mayoritas para pakar geologi dan pertambangan di dunia sudah mengatakan
demikian. Begitu pula temuan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) sebagai
lembaga tinggi negara. Terakhir dokumen rahasia Medco yang dipublikasi
Aljazeera juga mengungkapkan hal yang relatif sama.

Lantas kenapa ada perbedaan perlakuan Polri terhadap penanganan
kasus teroris dan lumpur Lapindo. Apakah karena kejahatan terorisme
menelan korban orang-orang asing dan mengganggu kepentingan modal di
negeri ini? Sementara korban lumpur di Sidoarjo adalah 100% pribumi dan
sebagian orang-orang miskin, sehingga Polisi nampak ogah-ogahan
mengusut kasus Lapindo secara tuntas?
Inilah Indonesia, Republik yang mengaku dibangun dengan dasar
Ketuhanan Yang Maha Esa, Kemanusiaan yang adil dan beradap serta
Keadilan Sosial ini, justru menunjukan wajah bopengnya dalam penanganan
kasus Lapindo.

Kirim email ke