Di kedinginan musim dingin di utara Jepang, saya masuk ke sebuah kios kopi di 
stasion KA. Sewaktu menunggu, mata saya tertuju pada pelat iklan Sumitomo yang 
di dalamnya ada tertulis jenis kopi "Mandaheling." Saya yang lahir dan hingga 
SMA berdiam di Padangsidimpuan tidak pernah mengenal kopi Mandailing.

Begitu pun, larang-melarang tidak perlu karena cita rasa tidak dapat 
dipaksakan. Biarkankan mereka menikmati kopi asingnya, toh mereka tidak 
melarang kita untuk menikmati kopi lokal. Kita sudah diajarkan untuk 
mengamalkan "bagimu kopimu, bagiku kopiku."

Zul



--- On Sun, 8/9/09, Mamang <[email protected]> wrote:

From: Mamang <[email protected]>
Subject: Re: [Forum-Pembaca-KOMPAS] KOPI
To: [email protected]
Date: Sunday, August 9, 2009, 6:54 PM






 





                  Ass.Wr.Wb.



Setuju!!!!

Mengapa Pemerintah memberi ijin utk mereka berjualan dgn Kedai Kopi Mutahir

itu, padahal yg lokal pun banyak yg bermutu dgn aroma khas, cuma modalnya

belum ada utk buka tempat yg adem seperti mereka itu yg bermodal Gede.

Saya pun suka ngopi di malam hari di kedai kopi pinggir jalan yg agak

mendingan dari pada pagi atau siang sambil di temani dgn angin sepoi2,

nikmat tdk ada duanya.



Wassalam

Mamang

Kirim email ke