Laporan wartawan KOMPAS Yulvianus Harjono

http://oase.kompas.com/read/xml/2009/09/16/20225756/Tayangan.Reality.Show.Bodohi.Masyarakat.

BANDUNG, KOMPAS.com -  Kualitas isi siaran televisi saat ini dinilai masih 
buruk. Salah satunya terlihat dari kian mendominasinya tayangan reality show 
yang membingungkan dan menguras emosi masyarakat penonton.

Tayangan reality show ini kurang baik karena membuka-buka aib orang, mengungkit 
hal-hal pribadi, tidak jarang pula menampilkan kekerasan seperti makian dan 
sebagainya. "Isinya hanya menghabiskan emosi kita, tetapi tidak ada nilai 
mendidiknya," tutur Atie Rachmiatie, Komisioner Bidang Isi Siaran Komisi 
Penyiaran Indonesia Daerah (KPID) Jawa Barat, Rabu (16/9) sore.

Ia mencontohkan tayangan Curhat dengan Anjasmara yang disiarkan di salah satu 
stasiun televisi swasta nasional. Acara reality show yang kerap menampilkan 
materi perselingkuhan ini bahkan pernah ditegur oleh KPI Pusat. "Secara umum, 
baru 20 persen tayangan televisi kita yang berkualitas," ucap guru besar Ilmu 
Komunikasi dari Universtas Islam Bandung ini.

Ketua KPID Jabar Dadang Rahmat Hidayat mengatakan, acara reality show bukan 
hanya berkembang di Indonesia, tetapi juga sudah menjadi tren baru dalam dunia 
televisi di dunia saat ini. Namun, yang jadi masalah, tayangan semacam ini 
kerap membingungkan masyarakat, terutama soal akurasi faktanya.

Ia menyimpulkan, acara reality show bukanlah sebuah tayangan faktual, tidak 
seperti yang disangka masyarakat selama ini. " Beberapa tayangan macam 
Termehek-mehek sudah mencantumkan tulisan drama," ucapnya. Tayangan semacam ini 
selama ini dinilainya telah membohongi publik karena tidak jujur menyebutkan 
tingkat realitasnya.

"Kalau mau jujur, sebetulnya kan bisa ditulis bahwa ini adalah rekayasa atau 
diperagakan ulang" tutur Haris Sumadiria, Wakil Ketua KPID Jabar. Maraknya 
reality show justru menunjukkan insan televisi di Tanah Air saat ini tengah 
mengalami degradasi kreativitas.

Kualitas tayangan televisi saat ini jauh menurun dari periode di satu dasawarsa 
lalu di mana masih banyak muncul tayangan yang baik dan mendidik macam Sinetron 
Si Doel Anak Sekolahan atau Keluarga Cemara.

 

Kirim email ke