http://cetak.kompas.com/read/xml/2009/09/18/04325467/as.batal.pasang.rudal.di.ceko.dan.polandia



Praha, Kamis - Presiden AS Barack Obama menyatakan pembatalan rencana AS 
memasang sebuah pelindung rudal di Ceko dan Polandia. Berita pembatalan itu 
disampaikan Perdana Menteri Ceko Jan Fischer, Kamis (17/9) di Praha, Ceko.

PM Fischer mengatakan, Obama menelepon untuk mengatakan bahwa AS menarik 
rencana pemasangan radar pertahanan rudal di Ceko. "Hal yang sama terjadi 
dengan Polandia, yang juga diberi tahu mengenai hal ini," kata Fischer.

Rencana itu pernah diajukan mantan Presiden AS George W Bush. Tujuannya adalah 
melindungi AS dan sekutu-sekutu di Eropa dari sebuah kemungkinan serangan rudal 
Iran atau dari mana pun di Timur Tengah. Untuk itu, pernah direncanakan 
pemasangan 10 roket pencegat di Polandia dan sebuah sistem radar di Ceko.

Rusia berang atas rencana pemasangan roket pencegat di negara-negara yang 
begitu dekat dengan wilayahnya. Presiden Obama tengah berusaha memperbaiki 
hubungan yang tegang dengan Kremlin.

Hal ini juga senada dengan sikap Uni Eropa, yang terus ingin merangkul Rusia. 
Obama berusaha memperbaiki hubungan dengan Rusia agar kedua negara bisa bekerja 
sama mengenai Iran, melawan Taliban di Afganistan, dan pengurangan senjata 
nuklir.

Seorang anggota parlemen Rusia memuji langkah itu. "Keputusan Presiden AS 
sistematis dan dipikirkan dengan baik," kata Konstantin Kosachev, Ketua Komite 
Hubungan Luar Negeri Duma Negara, majelis rendah Parlemen Rusia. "Itu 
mencerminkan pengertian bahwa langkah keamanan apa pun tidak bisa dibangun 
hanya berdasarkan keinginan satu negara."

Sekjen Pakta Pertahanan Atlantik Utara (NATO) Anders Fogh Rasmussen mengatakan, 
keputusan AS sebagai "sebuah langkah positif".

Polandia khawatir

Fischer mengatakan, Obama meyakinkannya bahwa "kerja sama strategis" antara 
Ceko dan AS akan berlanjut.

Fischer mengatakan, setelah melakukan tinjauan terhadap sistem pertahanan 
rudal, AS kini menganggap ancaman serangan rudal jarak dekat dan menengah lebih 
besar dibandingkan dengan serangan yang menggunakan roket jarak jauh. AS juga 
menilai rencana pemasangan rudal itu tidak ada kaitannya dengan ancaman dari 
Rusia ataupun Iran.

Di Polandia, para pejabat menolak mengonfirmasikan pernyataan Fischer. Mereka 
masih menanti sebuah pengumuman resmi dari Washington.

Negara-negara Eropa Timur, terutama Polandia, dan negara- negara Baltik 
sebelumnya memandang rencana ini sebagai lambang komitmen AS pada pertahanan 
Eropa Timur atas ancaman Rusia. Kemungkinan pembatalan telah menimbulkan 
kekhawatiran.

"Keadaan akan sangat buruk," kata Witold Waszczykowski, Deputi Kepala Biro 
Keamanan Nasional Polandia. "Tanpa pelindung itu kami de facto akan kehilangan 
sebuah aliansi strategis dengan Washington," kata Waszczykowski. (AP/AFP/DI)

Kirim email ke