Link-link berikut mungkin bisa menambah wawasan soal RUUK
agar lebih jelas dan tidak spekulatif..Maklumat 5 Sept adalah
awal dari segala keruwetan. Di Yogya ada Sultan ground dan
Paku Alam Ground. Sampai sekarang, di bebrapa kasus, masih
dibutuhkan surat kekancingan dari Kraton mengenai status tanah.
Mungkin, kekhawatiran pemerintah adalah apabila hal ini merembet
ke Kasultanan lain. Lha...., Freeport itu tanah ulayat. Mungkin ini
yang termausk kategori pelik.

***SRI SULTAN SOAL MAKLUMAT 5 SEPTEMBER; Kraton Penjaga Budaya, Bukan 
Politik * 
<http://bapeda.jogjaprov.go.id/home.php?mode=content&submode=detail&id=2776>**
http://bapeda.jogjaprov.go.id/home.php?mode=content&submode=detail&id=2776

Keraton Butuh Status Hukum
http://persindo.wordpress.com/tag/keraton/

Sejarah Yogyakarta, juga memuat benar merah dengan Sriwijaya
http://www.tasteofjogja.com/web/IDA/detailbud.asp?idbud=260

Silahkan dilihat pula silsilah atau nenek moyang SBY, agar jelas.




Dapati Giawa wrote:
>  
>
> SBY tidak mau memberi pengakuan terhadap keistimewaan keraton Yogya. 
> Ada dua alasan yang mungkin; pertama, karena belum ada sinyal dari 
> USA, yang kedua karena ia tidak mengenal budaya leluhurnya sebagai 
> sumber inspirasi dan kemajuan yang bahan menjadi tonggak utama 
> eksistensi nusantara yang kemudian menjelma sebagai Republik Indonesia.
>
> Wass,
> FDG

Kirim email ke