Malaysia pantas merasa khawatir atas apa yang telah diperbuatnya.
Menggunakan kepunyaan orang lain (kalau tidak mau dikatakan mencuri) tanpa ijin 
dari si empunya akan selalu membuahkan rasa khawatir, khawatir ketahuan, dan 
akibatnya jika ketahuan.
Ketika yang empunya berang dan marah2 harusnya Malaysia maklum dong,
Bukan malah menunjukkan diri sebagai korban dari saudara serumpun yang 
diperlakukan tidak adil.

Sekarang jika Malaysia sadar setidaknya saudara Kudin sadar atas apa yang telah 
diperbuat Malaysia selama ini terhadap budaya , adat dan tanah air Indonesia, 
baiknya sebagai maaf "plagiat dan pencuri" meminta maaf dan menjelaskan kenapa 
sampai melakukan hal tersebut.

Kerukunan kehidupan antar negara akan terjaga jika masing masing negara bisa 
menghormati dan menghargai asset negara lainnya.

Agung

--- Pada Rab, 23/9/09, Satrio Arismunandar <[email protected]> 
menulis:

Dari: Satrio Arismunandar <[email protected]>
Judul: [Forum-Pembaca-KOMPAS] Sesudah Pendet, kini tari Minangkabau? 
(kekhawatiran orang Malaysia)


                  INDONESIA: What's next on that list ?

2009/09/22



IT is very disappointing indeed that the relationship between Malaysia and 
Indonesia is undergoing severe strain because of cultural issues, such as the 
Rasa Sayang song and the pendet dance.



The latest issue is batik, which the United Nations Educational, Scientific and 
Cultural Organisation will recognise as an Indonesian cultural treasure on Oct 
2.



Though Malaysia will no longer be able to claim that batik also comes from 
Malaysia, we should adopt other measures to establish this. One way would be to 
change the term "Batik Malaysia" to something else, perhaps "Corak Malaysia" or 
"Koleksi Malaysia".



Malaysia can still produce the same design but call it by these alternative 
names. Simple, right?



After all, Singapore did the same thing when it bought fresh rambutans from 
Malaysia, took the skin off, put the seedless fruit in a can with syrup flavour 
and called it "Singapore longans".



I have a feeling that soon the Minangkabau dance can no longer be used by the 
Negri Sembilan State Tourism to promote the state because Indonesia will claim 
that that the dance also belongs to Indonesia. If nothing is done by our 
government, I foresee that Indonesia will start claiming other things as well.



My opinion is that Indonesia can never be a good neighbour to Malaysia because 
of the arrogant attitude of some Indonesians.



They believe that their country can survive without the help of Malaysians and 
that Malaysia cannot last without the help of Indonesians. Malaysia is better 
off with neighbours like Thailand and Singapore.



KUDIN



Subang Jaya

http://www.nst. com.my/articles/ 18baty/A ... index_html



[Non-text portions of this message have been removed]


Kirim email ke