Salam,
Bagi orang yang sering berhubungan dengan para makelar, tukang catut, perantara 
dsb, YANG DIPERCAYAI  oleh PARA PEJABAT negara ( Departemen, Jawatan, Dinas dab 
BIROKRAT sipil maupun milter dan polisi),  TIDAK HERAN,  karena para 
makelar/perantara dsb justru dibuat TIDAK MENONJOL.Bahkan sebagai PESURUH, 
CLEANING SERVICE, TUKANG PARKIR  dsb. Menurut cerita seorang kawan dia pernah 
disuruh menyerahkan uang 5 M cash kepada seorang yang menjabat  sebagai 
CLEANING SERVICE di suatu departemen yang MENGURUS perkaranya.

Wasalam,
Wal Suparmo

--- Pada Rab, 11/11/09, Sulaeman_H. <[email protected]> menulis:


Dari: Sulaeman_H. <[email protected]>
Judul: Re: [Forum-Pembaca-KOMPAS] Yulianto ditemukan ??
Kepada: [email protected]
Tanggal: Rabu, 11 November, 2009, 8:44 PM


 



Siapa pula itu Yulianto? Masih adakah orang bodoh dinegeri ini
sampai-sampai uang 5 milyar begitu saja diserahkan kepada pihak yang
belakangan kurang dikenal atau paling tidak masih dipertanyakan
identitasnya oleh sipemberi?

Selama ini saya menunggu-nunggu bukti kuat pihak polri tentang aliran
dana "pemerasan" itu mulai dari Anggodo dan kronologisnya sampai jatuh
ketangan tersangka (Bibit dan Chandra) berikut bukti-bukti kuatnya
dari satu tangan ke tangan lainnya. Tapi kian hari kian dibeberkan ke
publik kian luntur keyakinan saya kalau bukti tuduhan polri itu sudah
kuat. Justeru dari segala cerita yang sudah terkuak kepermukaan saya
malah memperoleh kesan bahwa Anggodo mencoba berinisiatif menyuap KPK
tapi tidak sampai uangnya ke tersangka (Bibit dan Chandra) akibat
estafet penyaluran uang dari satu tangan makelar ke makelar lainnya
yang tidak jelas terdokumentasikan. Kepolisian misalnya tidak pernah
punya bukti tak terbantahkan apakah uang iru sampai di Bibit dan
Chandar. Kalau sampai tanggal berapa diterimanya, masuk rekening yang
mana atau diberi cash lewat tangan siapa dan siapa saja saksinya, Dari
keterangan Ary saksi penting pun saya tidak mendapat keyakinan kalau
SI Ary tahu betul apa yang terjadi setelah uang lepas dari dirinya.
Apalagi ada orang lain yang bernama Yulianto.

Adakah uang-uang itu sesungguhnya dimakan/dicatut para makelar itu
sendiri? Karena bagi saya itu kerja amatiran menyuap kasus besar
dengan uang besar tapi melibatkan banyak tangan dan mengalirkan dana
dari tangan ketangan tanpa khawatir uangnya menguap ditengah jalan.
Kalau dana sudah jatuh ketangan banyak orang apalagi untuk kejahatan
maka segalanya bisa terjadi.

Kalau hanya mengandalkan bukti yang ada maka kronologis dan bukti
aliran uang pemerasan masih tidak jelas. Begitu pula tuduhan
penyalahgunaan wewenang di KPK. Kalau ada penyalahgunaan wewenang itu
tugas presiden yang menindak disiplin KPK. Polri bukan atasan KPK.
Tapi bagi Bibit dan Chandra tidak mustahil suatu saat kalau memang ada
bukti kuat harus siap-siap didakwa dan tidak bisa mengelak.lagi.
SH

Kirim email ke