Sumber: http://kumpulan-q.blogspot.com

Kompas, Senin, 30 November 2009, pada rubrik nama dan peristiwa menampilkan 
sosok Blake Lively, bintang muda berusia 22 tahun yang menjadi bintang serial 
televisi Gossip Girl. Dalam tulisan singkat tersebut diceritakan bahwa ia harus 
berjuang keras untuk mendapatkan peran untuk film baru yang disutradarai aktor 
Ben Afleck, The Town.

"Peran itu sebelumnya berusia 37 tahun. Aku merasa harus mendapatkan peran ini, 
tetapi mereka [bagian casting] bilang tidak bisa karena aku belum 37 tahun. Aku 
lalu naik kereta api menuju Boston, minta Ben [sang sutradara] mengaudisi 
langsung. Aku harus berjuang dan dia memberiku peran itu. Mereka menulis 
kembali skenarionya, kali ini aku menjadi perempuan 29 tahun."

Itulah kata-kata yang dilontarkan oleh Blake Lively seperti dikutip Us Weekly. 
Bintang yang juga bermain dalam film Elvis and Anabelle tersebut telah 
mengingatkan saya kepada salah satu tulisan yang saya baca sehari sebelumnya, 
yaitu ketika mengadakan perjalanan silaturrahim bersama-sama teman kuliah ke 
makam Sunan Drajat.

Dalam museum makam tersebut tertulis sebuah kata-kata yang menggambarkan 
perjuangan Blake Lively. Laksitaning subroto tan nyipto marang pringgo bayaning 
ampah; Dalam perjalanan untuk mencapai cita-cita luhur, kita harus 
mengenyampingkan segala bentuk rintangan.

Menakjubkan bukan? Lalu cobalah kembali membaca apa yang dituliskan oleh 
seorang budayawan Indonesia Prie GS dalam salah satu kolom majalah motivasi 
Luar Biasa. Dalam tulisan berjudul Menjadi Anak Muda, budayawan kocak tersebut 
menegaskan bahwa tidak ada yang harus ditakuti dari sebuah derita jika 
seseorang memang harus menghadapinya.

So! Keep spirit. Janganlah pantang menyerah. Ingatlah apa yang dikatakan oleh 
seorang filsuf yang bernama Konfisius; Orang yang sukses bukanlah orang yang 
tidak mempunyai masalah. Orang yang sukses adalah orang yang selalu bangkit 
dari masalah untuk menyelesaikan masalah itu sendiri

Sebagai penutup, saya akan menyuguhkan sebuah kisah pantang menyerah dari 
seorang Oprah Winfrey yang pernah saya tulis dalam pembukaan artikel motivasi 
saya di situs PenulisLepas.Com. Selamat menikmati!

Raut wajah perempuan kecil tersebut tampak suram. Tidak seperti anak perempuan 
lainnya yang bermain sambil tertawa ceria, perempuan kecil tersebut terlihat 
bersedih. Pasalnya, ayah dan ibunya akan berpisah beberapa hari lagi. Dan 
keputusan yang ia terima adalah ia harus tinggal bersama neneknya di sebuah 
kawasan yang kumuh dan miskin serta jauh dari kedua orang tuanya tersebut.

Dan tepat pada usia sembilan tahun, peristiwa naas kembali menerpanya. Ia 
diperkosa oleh saudara sepupu ibunya beserta teman-temannya berkali-kali. 
Hingga pada saat usianya menginjak tiga belas tahun, ia harus menerima 
kenyataan bahwa ia hamil dan melahirkan. Namun bayi yang telah dilahirkannya 
tersebut akhirnya meninggal dunia, dua minggu setelah dilahirkan.

Setelah kejadian menyedihkan tersebutlah, ia akhirnya memutuskan untuk lari ke 
rumah ayahnya. Ayahnya mendidiknya dengan sangat keras dan kejam. Dia 
diwajibkan membaca buku dan membuat ringkasannya setiap pekan. Walaupun pada 
saat itu ia mengalami tekanan yang berat, namun pada akhirnya ia menyadari 
bahwa tekanan tersebutlah yang telah menempa dirinya untuk meraih kesuksesan.

Ia akhirnya menjadi siswi teladan SMA tempat ia menempuh pendidikan. Prestasi 
tersebut membawanya diundang presiden. Ia pun mendapatkan beasiswa atas 
prestasinya tersebut. Disamping itu, di usianya yang masih remaja, ia telah 
menapak karirnya di bidang presenter di salah satu radio lokal.

Sungguh, kejadian-kejadian tersebut akhirnya, membawanya pada puncak karir 
sebagai salah satu presenter hebat yang dimiliki dunia. Ia menjadi presenter 
paling populer di Amerika dan menjadi wanita selebritis terkaya versi majalah 
Forbes dengan kekayaan lebih dari US $ 1 milyar. Copy acara talkshownya 
mendapatkan rating tertinggi yang pernah ada dalam sejarah pertelevisian di 
Amerika. Ya, dialah Oprah Winfrey, pembawa talkshow , termahal dan terkaya di 
dunia, yang berhasil keluar dari latar belakang yang sungguh menyedihkan.

; Catatan perjalanan ke makam sunan drajat
Radinal Mukhtar Harahap [ 29 November 2009]

http://kumpulan-q.blogspot.com
http://be-excellent-santri.blogspot.com

Kirim email ke