Gerakan Solidaritas Masyarakat
  Sejak terjadinya aksi teror yang mengguncang Hotel JW Marriot dan Ritz 
Carlton di kawasan Kuningan, Jakarta kita menangkap bangkitnya gerakan 
solidaritas masyarakat. Gerakan ini boleh dikatakan tulus tanpa kepentingan apa 
pun kecuali kepedulian kepada Tanah Air.
    Setelah itu kita merasakan keeratan yang tumbuh di tengah masyarakat. 
Keeratan yang muncul karena rasa senasib sepenanggungan, karena adanya perasaan 
yang sama di tengah masyarakat melihat sebuah persoalan.
      Itulah yang juga terjadi  saat terjadi konflik antara Komisi 
Pemberantasan Korupsi dengan Kepolisian dan Kejaksaan. Kuat perasaan di tengah 
masyarakat bahwa KPK merupakan simbol pemberantasan korupsi yang bisa 
diandalkan. Oleh karena itu ketika muncul rekayasa hukum terhadap dua pimpinan 
nonaktif KPK Bibit Samad Rianto dan Chandra M. Hamzah, masyarakat tampil untuk 
bersikap membela KPK.
     Semua itu dimungkinkan terjadi karena adanya perkembangan yang luar biasa 
di bidang teknologi informasi. Sekarang ini solidaritas masyarakat mudah 
dibentuk karena bisa dilakukan kapan saja, dari mana saja, oleh siapa saja. 
Yang namanya mailing list, facebook, twitter telah berkembang menjadi alat 
pemersatu yang ampuh.
       Kini gerakan masyarakat yang selama ini lebih banyak diam telah menjadi 
sebuah fenomena yang menarik. Dalam kasus hukum yang harus dihadapi Prita 
Mulyasari, masyarakat kembali bersatu padu untuk menggalang dana bagi pembelaan 
terhadap Prita. Memang ada seorang anggota masyarakat yang langsung mau 
memberikan bantuan Rp 204 juta yang diperlukan Prita untuk membayar ganti rugi 
kepada RS Omni. Namun yang menarik sekarang ini gerakan untuk menyumbang satu 
koin kepada Prita.
     Kalau saja bantuan seratus rupiah dari masyarakat itu bisa terkumpul 
sampai Rp 204 juta seperti yang dibutuhkan Prita, maka ini sungguh merupakan 
fenomena yang luar biasa. Dukungan itu bukan hanya mencerminkan rasa 
solidaritas yang semakin kuat di tengah masyarakat, tetapi simbol perlawanan 
terhadap ketidakadilan yang dirasakan masyarakat.
      Fenomena ini tidak bisa dianggap enteng oleh elite politik. Masyarakat 
kita tidak bisa lagi dibilang apatis. Mereka kini langsung mengekspresikan 
sikapnya terhadap segala sesuatu yang dirasakan tidak benar.
      Fenomena ini semakin unik karena sikap dukungan itu tidak perlu dilakukan 
dengan turun ke jalan. Melalui fasilitas teknologi informasi yang tersedia, 
mereka bisa bersikap dan tekanan mereka itu tetap bisa sangat kita rasakan.
      Dikeluarkannya Surat Ketetapan Penangguhan Penahanan terhadap Bibit dan 
Chandra tidak bisa dilepaskan dari adanya tekanan masyarakat. Bahkan Presiden 
pun akhirnya bersikap untuk lebih baik menyelesaikan kasus Bibit dan Chandra di 
luar pengadilan.
       Ke depan kita percaya sikap masyarakat akan semakin kuat dan kritis. 
Itulah yang membuat elite politik tidak bisa lagi asyik dengan dirinya. Mereka 
harus sadar bahwa setiap langkah mereka akan diawasi oleh masyarakat dan ketika 
langkah itu dirasakan tidak benar maka masyarakat akan segera bereaksi untuk 
meluruskan ketidakbenaran tersebut.
      Atas dasar itulah kita mengingatkan Panitia Khusus Bank Century untuk 
tidak bermain-main dengan kerja mereka. Penunjukan Sekretaris Jenderal Partai 
Golkar Idrus Marham sebagai Ketua Pansus sudah dinilai masyarakat sebagai upaya 
pembelokan pengungkapan pelanggaran hukum dalam penyelamatan yang dilakukan 
pemerintah terhadap Bank Century. Apabila persepsi yang tumbuh di tengah 
masyarakat kemudian mendapatkan pembenaran, maka pasti masyarakat akan segera 
bereaksi.
      Kita tidak berniat untuk menganulir keputusan fraksi-fraksi di DPR untuk 
menunjuk Idrus Marham sebagai Ketua Pansus. Kita hanya ingin mengingatkan agar 
jangan kepercayaan itu sampai disalahgunakan. Inilah kesempatan bagi Idrus 
Marham untuk menunjukkan bahwa ia akan bekerja untuk menegakkan kebenaran dan 
membela kepentingan masyarakat banyak.
      Pengingkaran terhadap kepercayaan masyarakat akan berakibat buruk bukan 
hanya kepada DPR, tetapi kepada semua lembaga negara. Apalagi sekarang ini 
tingkat kepercayaan masyarakat terhadap institusi negara sedang pada titik 
terendah, sehingga apabila DPR pun gagal untuk memenuhi harapan masyarakat, 
lengkaplah ketidakpercayaan itu.
      Kita jangan main-main dengan kekuatan rakyat. Ketika mereka sudah sampai 
kepada kemuakan yang tertinggi, maka tidak ada satu pun kekuatan yang bisa 
menahannya. Ingat apa yang kita alami di tahun 1998. Pemerintahan Soeharto yang 
didukung dengan parlemen yang begitu kuat, bahkan juga dengan militer yang 
sepenuhnya berada di tangannya, tetap tidak mampu menahan tekanan masyarakat.
      Kita bukan sedang memprovokasi masyarakat. Hanya saja kita ingin 
mengingatkan bahwa sekarang ini sedang terjadi kebangkitan rasa solidaritas 
masyarakat. Elite politik jangan menganggap remeh masalah ini. Kondisi ini 
justru harus menjadi pemicu  elite politik untuk bekerja lebih baik. Jangan 
pernah membuat kekeliruan, fokuslah pada kepentingan masyarakat yang lebih 
besar.
      Janganlah sikap masyarakat ini dianggap sebagai sebuah pemaksaan 
kehendak, apalagi sebagai sebuah pembangkangan. Sikap masyarakat sekarang ini 
justru merupakan bentuk kepedulian yang nyata dari mereka terhadap nasib bangsa 
dan negara ini. Mereka sungguh tidak rela apabila ketidakadilan terus 
berlangsung, tidak rela ketika negeri ini hanya dijadikan bancakan sekelompok 
elite saja. Masyarakat punya mata hati dan mereka tidak bisa lagi dibohongi.
Powered by Telkomsel BlackBerry®


------------------------------------

=====================================================
Pojok Milis Komunitas Forum Pembaca KOMPAS [FPK] :

1.Milis Komunitas FPK dibuat dan diurus oleh pembaca setia KOMPAS

2.Topik bahasan disarankan bersumber dari http://cetak.kompas.com/ , 
http://kompas.com/ dan http://kompasiana.com/

3.Moderator berhak memuat,menolak dan mengedit E-mail sebelum diteruskan ke 
anggota

4.Moderator E-mail: [email protected] [email protected]

5.Untuk bergabung: [email protected]

KOMPAS LINTAS GENERASI
=====================================================
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/Forum-Pembaca-Kompas/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/Forum-Pembaca-Kompas/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    [email protected] 
    [email protected]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [email protected]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/

Kirim email ke