"raynia_93" <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > Saya sangat memahami kekecewaan yang adik-adik alami karena pastilah > harapan yang telah lama diimpi-impikan tiba-tiba lenyap oleh sehelai > kertas dari pimpinan kita. Dunia serasa kiamat .... nasi pun terasa > batu. Rasanya 'pintu kesuksesan' sudah terkunci ..Benarkah demikian...?
ESN: sekali lagi membandingkan kejadian ini dengan dunia kiamat, adalah seperti membandingkan kutu dengan jagad raya, ga relevan sama sekali! kekecewaan yang dialami lebih karena ketidakjelasan proses bukan hasil akhirnya > Maaf ya... menurut pendapat saya..masih ada pintu-pintu lain yang akan > kalian masuki tapi saat ini masih tersembunyi. Kok kayaknya saya enak > banget ya ngomongnya...pasti kalian mengira tidak ada kekecewaan yang > saya alami... Kalian salah! Sudah banyak kekecewaan yang saya alami. > menurut saya, kalian termasuk generasi yang beruntung. Waktu jaman saya, > agar bisa penyesuaian ijasah saja pangkatnya minimal harus II/d 2 > tahun, jika kita telah lulus PI sebelum itu ya harus nunggu (dan itu > saya alami). Angkatan sekarang.... II/c saja sudah bisa ikut PI tanpa > harus ini..itu. Sudah Korpel...karena restrukturisasi organisasi , > pangkat turun lagi jadi pelaksana. Ini artinya saya yang tadinya sudah > masuk prioritas untuk bisa ke atas harus bersaing lebih ketat lagi > dengan teman-teman semua. Teman-teman berlomba ikut tes beasiswa > S2...saya cuma bisa menjadi penonton karena terganjal IPK (maklumlah > cuma lulusan UT...hehehe..). Karena sadar diri tapi tidak ingin > ketinggalan, saya mencari universitas yang mau menerima lulusan UT > ini . > Apakah pintu saya tertutup? Alhamdulillah...ternyata tidak. Di tempat > kuliah saya sekarang, saya bertemu dengan teman yang mengubah mindset > saya selama ini, yang selalu mengajarkan saya untuk terus berpikir > positif dalam memandang kehidupan. > > Klise ya... Tapi, saya ingin mengajak adik semua memandang hal ini dari > sudut terbalik. ESN: setuju mas, tenang aja Hal yang Klise itu 99 % benar :) Mungkin..(mungkin loh) Bapak/Ibu pejabat di > Perbendaharaan mengeluarkan larangan tersebut karena sayang pada kalian > semua. Maaf ya - ini pendapat saya loh-.. kalau bisa ikut tes S1 intern > DJPB untuk apa ikut D3/D4? Coba pertimbangkan waktu yang harus ditempuh > bila ikut D3 atau S1...tidak terlalu jauh kayaknya dan saya lihat > universitasnya juga pilihan semua. Kecewa boleh..tapi jangan sampai > berlarut-larut. Kegagalan adalah sebuah kesuksesan yang tertunda. > Jadi.... TETAP SEMANGAT!! ESN: saya mungkin akan berpikir demikian seandainya kebijakan ini diberitahukan SEBELUM kami tes, mungkin bung raynia lupa kalau Surat pbatalan ini dikeluarkan SETELAH KAMI TES, SETELAH ADA PENGUMUMAN LULUS dan SETELAH 3 BULAN MENUNGGU > Salam > Salam Damai dari Serui ESN (yang tetep semangat :) ) nb: tetep semangat membahas masalah D3 khusus dan D4 dengan argumen sehat
