Setuju 110% pak. Cuma saya sedikit ngganjel kenapa
pesertanya dibatasin 125 orang. Itupun diembel embeli
syarat S1. Saya jadi teringat pengalaman pribadi.
Kadang pelajaran dpt lebih mudah dicerna dari org yg
berpengalaman bukan dr org yg bertitel tinggi. Di
daerah kita berhadapan dgn sdm satker yg bisa dibilang
masih awam. Penjelasan dg bahasa akademis tingkat
tinggi hanya membuat mereka melongo sambil ngiler.
Ujung2nya mereka jadi makin tdk mengerti dan meminta
kita mengerjakan apa yg seharusnya menjadi tugas
mereka.  Seandainya peserta diperbanyak tentunya lewat
uji kompetensi bukan semata prasarat S1. Barangkali
sasaran lebih realistis untuk dicapai. Namanya juga
percepatan.  I Love You All. HaBeWe.
_____________________________
Sent from my phone using flurry - Get free mobile
email and news at: http://www.flurry.com

--- Original Message ---
Date: Mon Oct 01 08:31:22 PDT 2007
From: Eka Suparta <[EMAIL PROTECTED]>
To: [email protected]
Subject: [Forum Prima] solusi LKPP-ku dan KPPN ku
pasca KPPN P.
---

Permasalahan opini LKPP yang disclaimer merupakan
'konsen' kita bersama. Memang, penyumbang terbesar
opini tersebut dihasilkan oleh kementerian/lembaga
(satkernya) yang tidak/belum melaksanakan proses
akuntansi secara benar. Benar dalam artian sesuai
dengan standar akuntansi pemerintahan dan peraturan2
lain yang menyertainya.

Untuk menghasilkan opini wajar tanpa pengecualian
(unqualified) atas LKPP yang mencerminkan pelaksanaan
anggaran yang akuntabel, satu yang paling fundamental
adalah harus tersedianya secara cepat SDM yang
kompeten dalam menjalankan tugas di bidang keuangan
negara. 

Kondisi saat ini, terdapat 20.000 satker pusat dan
15.000 satker daerah. Seandainya petugas yg menangani
hat tsb 2 orang saja.Coba dibayangkan, berapa
kebutuhan petugas akuntansi yang dibutuhkan ?
(kayaknya harus siap2 ambil kalkulator dech). 

Untuk itu, terdapat program yang positif yang diambil
oleh kantor pusat yaitu : "Menyiapkan tenaga
instruktur melalui program Percepatan Akuntabilitas
Keuangan Pemerintah". Diharapkan melalui program
tersebut menghasilkan ouput : (1) SDM yang terdidik
dan bersertifikasi, (2) Right competency at the right
place, dan (3) Reward ekstrinsik. dimana outcomenya :
Akuntabilitas pelaksanaan anggaran melalui LKPP Wajar
Tanpa Pengecualian.

Para milliser, buruan daftarkan diri Anda menjadi
tenaga instruktur melalui melalui pelatihan TOT.
Sehingga diri Anda mampu menjadi solusi yang
bermanfaat untuk memberdayakan para pegawai "yang
terbuang" (maaf, agak ironi kata2nya) sehingga mampu
mengembangkan organisasi kita menjadi yang terbaik di
lingkungan depkeu.(Sudahkah anda menikmati remunerasi
yang baru ? hati2 jgn sampai habis lagi.
huahahahhaha...)

salam hangat
bravo djpbn

     
________________________________________________________

Bergabunglah dengan orang-orang yang berwawasan, di di
bidang Anda! Kunjungi Yahoo! Answers saat ini juga di
http://id.answers.yahoo.com/

[Non-text portions of this message have been removed]




      
____________________________________________________________________________________
Catch up on fall's hot new shows on Yahoo! TV. Watch previews, get listings, 
and more!
http://tv.yahoo.com/collections/3658 

Kirim email ke