Beberapa bulan lalu diadakan sosialisasi penegakan displin pegawai oleh para petinggi kantor. Disitu kembali diingatkan tentang pentingnya masing-masing pegawai untuk menegakkan dispilin pribadi mengikuti peratruran moral kantor serta peraturan tulisnya. Contoh : pegawai harus masuk absen pada pukul 7.30 WITA serta 17.00 setiap hari kerjanya serta istirahat mulai pukul 12.00- 12.45 WITA. Selain dari itu asumsi nya adalah bahwa para pegawai harus selalu ada dalam ruangan., dengan digambarkan pula moralitas pegawai yang baik. Tapi kenyatannya keidealismean tersebut tidak bisa dibarengi dengan apa yang sesungguhnya terjadi. Suasana kantor dengan masuknya puluhan anggota baru dan keluarnya otoritas untuk melaksanakn pekerjaan terbukti jelas tidak kondusif dan irelevan dengan keidealismean yang disosialisasikan pada acara sosialisasi penegakan disiplin pegawai. Dengan kapasitas ruang yang kurang memadai, fasilitas penunjang pekerjaan sepertt computer yang 1:7 dengan jumlah pegawai, Tupoksi kantor itu sendiri yang minim, keidealismean seorang pegawai yang masuk absen 7.30-17.00 WITA untuk melaksanakn pekerjaan dengan baik atau sekedar hadir pada meja kerjanya, pada kenyatannya sungguh sangat irasional. Dengan pemahaman bahawa tiap pegawai adalah manusia yang ingin punya arti dalam keberadan hidupnya, yang satu sama lainnya ingin menjadi sosok yang didealiskan dalm kacamata sosoialisasi tersebut,pada kenyataannya di lapangan sewaktu mengaplikasikan pemahaman tersebut akan sulit berinteraksi dengan harmonis ketika menemui segala prasyarat pendukung keidealismean tersebut ternyata tidak memenuhi standar. Khusus pada lingkungan fisik penulis sendiri, lay out ruangan yang tidak sehat dengan penyejuk ruangan yang sering menyebarkan virus yang jika dimatikan menuai kegerahan dari pegawai lain, para pegawai yang merokok, sempitnya ruang gerak, serta adanya pegawai yang berbagi satu meja dan tempat duduk, dengan keidealismean yang dituju oleh sosialisasi penegakan disiplin tersebut pada kesehariannya sangat sulit untuk penulis adaptasikan. Sosialisasi penegakan displin yang diadakan seiring denga akan ditingkatkannya take home pay pegawai, nampaknya hanya akan menjadi sekadar output dari klisenya segala keidealismean yang dicita-citakn oleh para petinggi kantor. Oleh karena itu mohon toleransinya jika nampak para pegawai yang bergerak merevolusi status quo yang terjadi saat ini. Saran : kasih kesempatan untuk pensiun dini yang seluas-luasnya buat siapa aja pegawai yang mau dan pesangon yang segede-gedenya Febrian Suranton Anggaran 2004
