kalau reformasi itu jangan kapan terasa tidak insidentil,punya konsep perencanaan yg jelas,bukan warung rokok dipinggir jalan,harus konprehensif,difungsikan system yg ada,bukan one show ndak tahulah bapak2 yg lebih baiklebih tahu segala lebih,tahapan2 nya harus jelas ya weis udah dan banyak yang lain lagi ampun tanyalah diri sendiri
bagus konstituante <[EMAIL PROTECTED]> wrote: Dear Budisan, Mas Budi ingat teori kebutuhannya Maslow? Begitulah adanya kehidupan makhluk yang bernama manusia. Dinamis selalu berubah, tiada yang kekal kecuali perubahan itu sendiri. Maslow pada dasarnya juga hanya mempertegas apa yang sudah terjadi sejak Adam diciptakan. Namanya manusia, begitu satu kebutuhan terpenuhi, saat itu juga kepuasan hilang dan muncul keinginan baru. Kapan hal itu akan berakhir?
