Sedikit  urun rembug dengan niatan membentuk Litbang di Dtjen PBN.
Garis besarnya, kita dhadapkan pada dua pertanyaan: "perlu atau tidak
perlu?" Kalau toh akhirnya dipandang perlu,  sejauh  mana  signifikansi  
lembaga  ini dalam  memberikan  sumbangan bagi modernisasi DJPBN. 
Benarkah nantinya lembaga ini mampu berperan sebagai "wasit" yg de-
ngan segala perilakunya mampu bersikap objective.  Ataukah justru a-
kan meletupkan perbedaan kepentingan di tubuh organisasi. Jangan-ja
ngan ia dituduh "mengintervensi"  otoritas  kelembagaan yg lain. Jika de-
mikian, siapkah nalar kita mampu berkompromi dengan kaidah- kaidah
ilmiah. Siapkah kita menanggalkan egosentrisme kelembagaan, dan me-
nerima masukan lembaga lain. Masalahnya memang tidak simple, keti-
ka tupoksi lembaga ini tidak diplot secara benar. Bagaimanapun, gaga-
san yg mengedepankan konsep manajemen ilmiah patut kita hargai. Sa-
lam.

Ngarso
______________________________________________________

----- Original Message ----
From: ANANDY RUSTANTI <[EMAIL PROTECTED]>
To: [email protected]
Sent: Monday, October 15, 2007 1:18:16 PM
Subject: [Forum Prima] Reorganisasi Jilid Tiga Ditjen PBN-Perlu ada Direktorat 
LitBang Ditjen PBN

Saya setuju pandangan saudara-saudara, memang organisasi mesti cukup flexibel. 
Artinya perubahan atau reorganisasi itu perlu, jika organisasi tidak pengin 
mati atau out of date. Masalahnya sekarang, apakah reorganisasi yang dilakukan 
sudah tepat dengan kebutuhan ? Atau hanya keingingan dan perenungan beberapa 
orang berdasarkan sejumlah penerawangan? Sehingga kelenturan organisasi yang 
diinginkan awalnya untuk menjawab tantangan jaman, jadi bermakna lain. Yaitu, 
lentur dan mudah diubah ubah dengan bergantinya pimpinan, atau bahkan 
berubahnya cara berpikir pimpinan.
Masih ingat ketika Gus Dur memegang kendali republik? Keputusan2 besar hanya 
menggantungkan pada gerakan mood dan bisikan pimpinan, wal hasil beberapa bulan 
memimpin negri, tingkat parahnya melebihi puluhan tahun rezim sebelumnya. Ini 
ekstrim lho sbg klise, untuk pcinta Gus Dur jangan tersinggung. Oke, biar 
netral ibu ambil aja peribahasa yang udah umum, " ganti pimpinan ganti 
kebijakan". Apakah perubahan macam begini diinginkan DJPBN?
Menurut hemat saya, DJPBN perlu membentuk satu Direktorat baru yaitu Direktorat 
Penelitian dan Pengembangan Perbendaharaan Negara. Sebagai unit fungsional dan 
hanya ada di pusat. Tugasnya melakukan survey internal : terhadap SDM dan 
kelayakan organisasi, survey external: terhadap elemen yang beririsan dg bidang 
kerja DJPBN.
Saya ambil contoh, tindakan penggabungan BAKUN dan DJA ==> DJPBN apakah melalui 
pendalaman data yang valid, yang mempertimbangkan psikologis pegawai klaster 
tertentu? Misalnya klaster kepala seksi hubungannya dengan kepangkatan? 
Perilaku kerja dll
kedua, pembentukan KPPN Percontohan, sudah dipikirkankah job dan psikologi 
separo lebih pegawai KPPN yang pindah ke Kanwil. Apakah ini bukan masalah baru? 
Apakah pimpinan tidak merasa ini masalah karena sistem org kita linier, Top 
down? 
Apa dan siapa yang bisa menghambat dan membatasi pimpinan untuk tidak mengambil 
keputusan salah atau ngawur? Nah, bukankah akan lebih cantik jika semu 
keputusan itu berdasarkan survey dan data dari Direktorat Litbang tadi. Pada 
Prakteknya Proses survey tentu melibatkan Bagian Pengembangan Pegawai dan 
Organta. Dan perubahan organisasi benar-benar didasarkan perubahan fakta dan 
realitas lapangan, bukan keinginan apalagi kepentingan. ......... .

------------ --------- --------- ---
Be a better Globetrotter. Get better travel answers from someone who knows.
Yahoo! Answers - Check it out.

[Non-text portions of this message have been removed]




__________________________________________________
Do You Yahoo!?
Tired of spam?  Yahoo! Mail has the best spam protection around 
http://mail.yahoo.com 

[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke