Salam "top-markotop"  untuk  Mas Ramli Hasan.  Senang juga bisa 
banyak belajar dari teman- teman anggota milis,  yg mengemukakan 
opini beragam. 
Mas RH lebih menekankan pada aspek: kualitas sumber daya manu-
sia pada local government yg masih belum optimal. Ini memberikan im-
plikasi bagi deviasi antara pengharapan dan praktek pelaksanaan per-
undang-undangan.. 
Nah dengan demikian lagi- lagi persolan human capital menjadi hal yg
sangat penting ya. Dengan demikian pula, apakah alokasi anggaran di
sektor pendidikan sebesar 20% menjadi begitu mendesak. Logikanya,
kalau masyarakatnya pinter, kontrol terhadap pemerintahan akan se-
makin baik, demikian juga dengan partisipasi politik mereka: akan dico-
blosnya pimpinan pangreh praja yg baik. Ndak seperti di negeri sebe-
lah, mosok milih gubernur kok dkaitken dengan "coblos kumis".He he.
Nah, formula desentralisasi ini khan memang menjadi trend hubungan
pusat dan daerah, yg tidak saja di Indonesia. Dalam masa anomali se-
perti ini tatanan infrstruktur maupun suprastrukturnya belum begitu ko-
koh. Di negara berkembang yg iklim investasinya belum mengakar se-
cara baik, perlu melakukan proses pendalaman.  Kudu  pinter- pinter
membaca ceruk pasar yg sekiranya menguntungkan: tidak saja secara
finansial, tetapi dinamika pertumbuhan local government tu sendiri. Ini
perlu proses pembelajaran yg panjang. Contoh rielnya:  waktu  diajak
jalan-jalan Tumenggung Wiroguno nglencer dan studi banding dulu, di-
negara- negara maju pemerintah daerahnya pada kreatip.  Dibentuk-
nya modal patungan antara swasta, universitas lokal, dan pemerintah
daerah. Dikembangkannya proyek-proyek unggulan yang memiliki ni-
lai jual dan nilai tambah yang tinggi. Disamping manfangati (memberi-
kan banyak manfaat) bagi masyarakat, di sini telah terjadi prosesi me-
ningkatkan peran universitas sebagai pusat riset. Nah, multiplier effect
nya khan ke mana- mana. Ini baru satu contoh lho Mas.  Saya cukup-
kan, soalnya ndak ada yg mijeti jeh. Oh ya, salam untuk temen-temen
di Lahat ya. *

Ngarso di Mbantul

____________________________________________________

----- Original Message ----
From: RAMLI HASAN <[EMAIL PROTECTED]>
To: [email protected]
Sent: Wednesday, October 24, 2007 6:35:43 PM
Subject: Balasan: Re: [Forum Prima] Dicari Jalan agar dana APBN tidak masuk ke 
SBI

secara teori otonomi daerah itulah yang terbaik untuk mendekatkan pelayanan 
menggairahkan semua lini kehidupan pada level yang bawah,apa yang yang dicari 
kalau bukan mensejahterakan seluruh rakyatnya,undang undang itu sudah benar 
tapi pelakasana apa yang diamanatkan ,selalu tidak mengerti tujuan dana 
tsb.untuk apa diberikan masih untung ke SBI kalau ndak tahu juntrungannya lebih 
parahkan,makanya pilih kepala daerah orang yang berkwalitas, bukan ijazah 
beli,serba instan,semua dibayar dengan uang tidak punnya ide ide cemerlang 
disalahkan president uang ada bupati/kota/ propinsi raja2 konyol RAP

Kirim email ke